Perjuangan Cangkemku!

Sudah seminggu kutang lebih.. halah.. kan salah ngetik.. Ulangin ya..

Sudah seminggu kurang lebih saya memiliki kawat gigi membingkai seputaran susunan gigi saya. Sudah lama saya berencana untuk memasangnya lagi. Dahulu waktu saya masih di Sekolah Dasar, saya juga pakai kawat gigi. Tetapi dengan sistem yang berbeda, yang bisa dilepas sewaktu-waktu. Tapi karena banyak alasan, akhirnya perawatan perataan gigi waktu itu tidak saya lanjutkan. Beberapa alasannya waktu itu demikian:

– Karena sakit sekali.

Tiap kali selesai kontrol gigi, kawat itu diseting ulang sesuai dengan susunan gigi yang mau dirapikan. Selama beberapa hari setelahnya semua gigi rasanya goyang, kepala cenut-cenut, susah makan dan tidur. Tersiksa dah!!

– Karena selalu diejek teman sepermainan dan anak-anak satu sekolah.

Dulu kan kawat gigi bukan trend. Saya adalah satu-satunya anak yang berkawat gigi di sekolah. Setiap hari saya menerima ejekan sebagai: “kawat jemuran”. Ejekan ini makin terasa gencar waktu saya menginjak kelas 1 SMP. Kepercayaan diri hancur deh pokoknya. Apalagi ada anak yang saya suka di kelas, pindahan dari sekolah lain. Uh..sedihnya.

– Karena gigi saya tidak  terlalu berantakan lagi seperti sebelum saya menjalani program pengawatan gigi.

Dulu sebelum giigi saya dikawat, rahang saya seperti buto Cakil.. yang bawah di bagian depan, yang atas ke belakang. Sekarang, sudah ga nyakil lagi tetapi susunan gigi bagian atas berantakan.. seperti yang bisa dilihat di foto saya yang nyengir pada cerita yang berikut : https://bwidiarti.wordpress.com/2011/08/24/no-catok-blow-iyess/.

– Karena mahasiswa kedokteran gigi yang dulu merawat gigi saya sudah lulus.

Mahasiswa kedokteran sebelumnya yang merawat gigi saya digantikan oleh anak mahasiswa lain yang tidak seasik beliau, sehingga saya  kurang merasa nyaman dan dekat. Kedekatan seekor anak dengan dokter giginya itu penting lhoooo… Apalagi anak macam saya.. hihi..

Nah, sejak saat itu saya terima-terima saja dengan susunan gigi saya yang tidak terlalu berantakan lagi. Tetapi.. kelamaan keinginan untuk meneruskan perataan gigi itu datang lagi dan makin besar. Terlebih gigi geraham saya sudah berkurang dua biji: satu di kiri bawah dan satu di kanan atas. Hal ini membuat saya menjadi manusia ompong sebelum tua dan kalau saya mengunyah makanan tidak bisa seimbang karena bagian yang paling nyaman dipakai untuk mengunyah hanya bagian kanan saja. Otot mulut dan muka saya bisa nggak imbang dong.. lama-lama saya bisa bopeng dong (ih… dramatis ah!!).

Maka setelah proses menambal gigi-gigi yang berlubang, pembersihan karang gigi, foto rontgen panoramic dan cetak gigi, gigi saya akhirnya berkawat lagi.

Saya memilih untuk melakukan perawatan di Dental Center jalan Solo, di bawah penanganan dokter Andi. Kata dokter Andi, perawatan dengan kawat gigi ini akan selesai dalam waktu satu tahun. Sukurlah,.. saya lega karena tidak harus berlama-lama memiliki benda aneh ini di dalam mulut saya.

Anyhow.. di awal-awal saya berkawat gigi  saya khawatir sekali dengan bagaimana caranya untuk tetap bisa memasukkan makanan ke perut saya karena pastinya rahang akan sakit sekali untuk mengunyah. Saya nggak mau jadi kurus seperti tengkorak seperti kebanyakan orang di awal-awal mereka berkawat gigi.

Maka saya tetap makan nasi, sayur, buah, susu, biskuit, sereal… Kalau saya makan sayur, sayurnya saya potong tipis-tipis supaya nggak terlalu keras harus dikunyah. Buah-buahan saya jus dan secara reguler saya konsumsi. Biskuit saya celup susu. Dan sereal dan muesli saya biarkan di dalam rendaman susu selama lima menit sebelum dimakan. Saya juga nggak segan makan bubur bayi karena rasanya lumayan dan cukup bergizi.

Nah.. begitulah kisah singkat saya tentang kawat gigi saya. Saya akan update terus cerita-cerita seputar kawat gigi ya.. tapi nggak janji. halah… Sesuka suka sayalah nulisnya. Hehehe..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s