Sajak Orang Kesepian

Aku kira, penjahat dingin bertubuh bayangan itu tidak lagi berdiri di balik pintuku dan mengetuknya. Tetapi dia masih di sana dan aku hanya berpura-pura tidak mendengarnya. Aku sibuk mengenakan sepatu-sepatu yang bukan milikku. Sepatu yang kabarnya bisa membawaku berlari cepat dan terbang mengantarku bagai seekor ikan yang berenang di langit untuk memetik bintang-bintang.

Kakiku terlampau kecil, sepatu itu kebesaran.

Lalu aku pergi ke mana orang-orang berkerumun. Ambil bagian dalam kerumunan berharap aku mendapat sepatuku juga. Dari pengeras suara dikumandangkan lagu-lagu dengan nada dan musik picisan. Sama picisan dengan isi kepala orang-orang di dalam kerumunan. Nama-nama tuhan disebut sebut. Kata kata cinta diumbar-umbar. Pedendangnya terdengar seperti pembawa acara siaran radio yang gagu dan sok lucu tapi aku sulit tertawa. Dan aku tuli akan seruan-seruan pedendang lagu-lagu yang menyerukan nama tuhan. Aku muak dan beku. Tuhan hanyalah isi yang ada di dalam kaleng-kaleng, isi di dalam bungkus kertas dan plastik yang ditata di rak-rak dan etalase swalayan. Juga yang ditata berpasangan kiri dan kanan di rak-rak yang dikerumunin orang-orang. Lembaran berangka didalam dompet siap dihamburkan. Tuhan diantri dan dibeli, dikirimkan dan ditelanjangi bungkusnya sebelum dimakan. Tuhan dari rak yang dijajarkan sepasang kiri dan kanan dibeli dan diinjak-injak.

Ini musim orang kesepian. Musim ketika orang yang sendirian berpura-pura bahagia dan tersesat jauh ke dalam labirin yang dindingnya terbangun dari suara-suara, waktu dan ingatan manis dan pahit yang sudah kadaluarsa.

Waktu aku terbangun dari tidur yang sebentar, matahari sudah rusak. Lalu lagu-lagu tentang tuhan yang tubuhnya tidak dimasukkan ke dalam kaleng dan diletakkan di rak etalase dan lagu tentang cinta didendangkan lagi seperti mesin cuci otak. Tetapi aku keras kepala dan menolak dengar. Dan hari yang rusak karena matahari rusak menarikku berlari jauh dari masa lalu. Mimpi-mimpi indah itu  adalah hantu.

.. aku berlari.. berlari.. berlari..

Aku berlari dan kehujanan. Hujan itu berwarna hitam.

Dingin dan sakit.

Iklan

One thought on “Sajak Orang Kesepian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s