Pablo Got Gromit

Akhirnya… setelah perdebatan yang panjang di dalam diri saya apakah saya harus mencarikan teman wanita untuk hamster tersayang saya atau enggak, akhirnya saya belikan dia hamster perempuan.

Agak telat sih ceritanya ke sini, karena saya sudah membelinya kurang lebih dua bulan yang lalu.. Waktu itu bulan Juli. Saya kebetulan sedang bosan berat.. lalu waktu sedang di jalan saya ingat bahwa saya harus  membeli makanan ikan untuk koi-koi di kantor, jadi saya berhenti di pasar hewan Dongkelan.

Sesampainya di sana saya berhenti di salah satu kios yang menjual makanan hamster, dan segala macam perlengkapan untuk piara hamster. Nangkring saya di situ. Awalnya saya beli pasir mandi. Lalu saya tertarik untuk lihat hamster-hamster yang sedang beraktivitas di kotak-kotak aquarium. Ada yang lagi tidur, ada yang lagi nungging, ada yang lagi koprol, dan ada yang sedang karaoke.

Timbullah keinginan itu… mungkin ini saatnya si Pablo Omnivora mendapatkan teman baru.

Maka saya mulai mencari-cari mana hamster perempuan yang kira-kira cocok dan seru dikenalkan kepada Pablo.

Nah… dalam proses mencari-cari itu, saya menemukan seekor hamster yang badannya buntek dan geraknya cepat, umurnya 2 bulan. Saya pikir-pikir.. kayaknya lucu kalo dikenalkan ke Pablo. Maka saya beli saja dia. Harganya Rp 10,000. Saya sekalian belikan dia kandang supaya dia tidak harus menjajah rumah Pablo. Lagipula kalo dua hamster dengan jenis kelamin berbeda dijadikan satu kandang.. wah.. bisa terjadi  ledakan penduduk dong.

Jadi saya sekarang punya dua hamster…

Oh iya.. nama hamster buntek ini Gromit. Saya namai dia Gromit karena: saya suka tokoh Gromit di film Wallace and Gromit, dan kalau saya mendengar nama Gromit rasanya saya pingin ketawa, soalnya kesannya yang punya nama Gromit itu nakal sekali, cocok dengan karakter hamster ini yang geraknya cepat, suka menggigit saya walaupun saya sering main dengan dia, makannya banyak, tukang pukul juga karena tiap kali saya dekatkan dia dengan Pablo di manapun dia selalu memukul kepala Pablo.

Benar-benar gadis yang nakal! 🙂

Anyway, saya baru secara nyata tahu perbedaan badan hamster perempuan dengan laki-laki. Badan hamster laki-laki akan jarang bulunya di bagian dalam karena jarak alat kelaminnya dengan anus berjauhan. Posisi alat kelamin bisa hampir terletak di tengah tubuhnya (seperti letak pusar kalau di kucing atau anjing), sementara alat kelamin hamster perempuan dengan anusnya terlihat hampir tidak ada perbedaan karena sangat berdekatan dan tubuh bagian bawahnya lebih berbulu daripada hamster laki-laki. Lihat perbedaannya di dua gambar berikut ini :

Itu Pablo.. Yang di bawah ini Gromit, si teman perempuannya :

Nah…

Pablo dan Gromit… semoga kalian bahagia bersama ya (walau tidak selalu akur dan benar-benar bersama karena kalau memang bersama, pasti akan pukul-pukulan.. hmm.. kalau dipikir-pikir ya sama seperti pasangan manusia. Kalau dekat pukul-pukulan, kalau jauh rindu-rinduan). :p

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s