Kuliner yang Seksis

Negeri kita ini kaya dengan pluralitas. Banyak etnis dan budaya. Demikian juga dalam hal makanan. Nah, di kota Jogja sendiri bisa ditemukan banyak jenis makanan dan tentunya wujud penjualnya juga plural. Huahahaha..maksudnya apa ya?

Anyway…setiap manusia memang tidak ada yang serupa kecuali jika mereka adalah saudara kembar. Maka adalah normal apabila para penjual makanan itu saya katakan wujudnya plural. He he he.

Nah, kendati negeri kita ini plural, punya berbagai etnis budaya dan kekayaan yang luas, adakah dari antara teman-teman yang pernah memperhatikan bahwa ada pembedaan yang bersifat gender dalam hal kuliner?

Nah, saya sendiri mengamati hal ini karena tergelitik oleh salah satu mantan kekasih saya yang pernah bertanya kepada saya: “Bakti pernah perhatikan nggak, kenapa tidak ada penjual gudeg yang laki-laki?”. Memang…perhatikan saja.. ada Gudeg Yu Djum, Gudeg Bu Pudji, Gudeg Bu Citro, Gudeg Mbak Salsa, etc, hampir semuanya perempuan (kecuali Gudeg Pak Leman..yang notabene sepertinya cuma satu-satunya).

Lalu coba perhatikan; tidak ada bakso yang dijual dengan merk dagang perempuan. Semua penjual bakso adalah laki-laki, beberapa contoh merk dagang bakso yang terkenal di kota Jogja: Bakso Pak Narto, Bakso Pak Brewok, Bakso Pak Kintel, Bakso Pak Kumis, dll. Demikan juga merk dagang sate Madura kaki lima hampir tidak ditemukan merk dagang dengan nama penjual perempuan. Semuanya “Cak” dan kebanyakan namanya “Cak Amat”. He he he….

Iklan

2 thoughts on “Kuliner yang Seksis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s