kamu seperti mimpi dan desau angin

kamu seperti mimpi

dan desau angin

titik air yang terkumpul dari sekian malam

dan jatuh di bebatuan yang beku

aku mengidammu sehari-harian

berharap tidak ada batas daratan yang buat kita menghitung perbedaan

dan aku bertanya apa guna nyawa berdiam dalam badan yang hangat

namun dipaksa melepaskan harap dan keinginan diinjak

sudah cukup realistis aku ini hidup

jika demikian apakah salah jika aku sedikit punya mimpi?

seperti aku punyai kau dalam ingatanku yang disangkar emaskan ini

aku adalah seorang pendongeng yang berdongeng bagi dirinya sendiri

orang-orang mengira aku bisu, pun diriku percaya aku ini tidak dapat bersuara

tapi jika kau bisa rasa dingin angin dan panas matari menelisik harum rambutmu

saat itulah aku berdongeng padamu tentang perasaanku

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s