Lagi Lagi Soal SMS

Kemarin malam saya pergi ke Malioboro Mal, dan mampir di toko donat Jacko karena mengidam donat rasa teh hijau yang banyak orang bilang rasanya aneh! :p

Sampai di dekat Jacko, saya tergoda untuk sepintas melihat-lihat baju-baju yang diobral di atrium mal. Tak lama kemudian seorang perempuan dengan anak kecil menghampiri saya dengan lagak mau marah-marah. Dan saya langsung disemprot dengan seberondong pertanyaan dan pernyataan bernada kesal. Sampai tanya apakah karena saya dendam kepadanya. Hah..dendam? Opo kuwi?!!

Ternyata dia adalah salah seorang teman saya yang sudah dua bulan kurang lebih tidak pernah bersua dengan saya.

Dia tanya kenapa sms dia tidak saya balas. Dan dia bertanya apa susahnya membalas sms. Saya minta maaf dan menjelaskan kenapa smsnya tidak saya balas. Tapi saya memberi alasan yang normal saja, seperti alasan sibuk dan semacamnya itu. Karena kalau saya jawab yang sebenarnya, nanti pasti dia juga tidak akan terima. Tapi juga saya tahu dia tidak mau mendengar penjelasan saya. Jadi saya cuma senyum-senyum saja walaupun saya jengkel juga.

Kalau mau dengar jawaban saya yang jujur soal kenapa saya kadang tidak membalas sms.. inilah jawaban saya:

Bolehlah jengkel dan marah dengan saya, tetapi, anda bukan satu-satunya orang yang smsnya jarang saya balas. Beberapa kawan juga pernah mengeluhkan hal yang sama. Dan saya tidak membalas sms karena beberapa hal, bisa karena salah satu di bawah ini:

– karena saat sms anda tiba, saya sedang melakukan sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan walaupun hanya untuk membalas sms karena sesuatu itu sangat penting dan kalau tidak berfokus penuh, maka akan membuat pekerjaan tidak becus.

– setelah menunda untuk membalas sms, ada hal lain yang lebih harus didahulukan, maka saya kadang jadi lupa membalas.

– karena anda memang menyebalkan, dan saya malas berkomunikasi dengan anda karena berkomunikasi dengan anda akan merusak mood saya, berhubung saya orang yang moodnya sering swing-swingan kayak wahana kora-kora.

– apa yang anda sampaikan memang tidak penting, jadi saya pikir anda bisa menyampaikannya kepada teman anda yang lain.

– saya ini anti sosial dan kadang benci teknologi, dan merasa harus mengganti hp karena saya malas mengetik dengan jempol, karena terlalu ribet sebab keypad hp saya kecil-kecil dan saya terlalu pelit untuk membeli hp baru.

– saya memang nggak tahu diri dan merasa diri paling penting sehingga anda saya rasa tidak penting.

Huahahahahaha…..

Anda boleh menganggap bahwa ketika saya menulis ini, ADHD saya sedang kumat dan saya memang penderita Attention deficit hyperactivity disorder partikelir. Karena itu memang benar. Hahahaha.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s