Kenapa Hal Buruk Ini Menimpaku? Oh!

Pernah nggak sih kamu mengidamkan untuk makan sesuatu yang kamu suka selama berhari-hari dan ketika hal itu terjadi, hal yang sangat menyebalkan terjadi padamu?

NAH!!! Itulah yang terjadi pada saya di awal hari ini. Sudah berhari-hari saya ingin sekali makan soto daging sapi. Tadinya saya pikir saya mau pergi ke pasar Beringharjo sekalian saja dan makan soto di tempat favorit saya. Tapi pagi ini panas sekali, jadi saya belokkan saja motor saya ke arah parkiran pasar Prawirotaman karena saya ingat dulu saya pernah diajak teman saya makan soto pagi-pagi di tempat ini.

Jadi saya makan di salah satu warung di pasar Prawirotaman. Saya pesan soto daging, harganya 6000 rupiah. Minumnya es teh. Tidak ada lauk yang tersedia di meja untuk dimakan dengan soto (misalnya sate hati ayam atau telur puyuh, atau tempe mendoan). Ya sudah, tidak apa. Saya makan soto pakai krupuk saja. Pasrah, saking sudah terlalu ngidam dan lapar.

Soto datang. Saya lihat nasinya kelihatan agak lembek karena dimasak dengan takaran air yang kelebihan. Mestinya kan kalau nasi yang dimasak untuk soto berasnya dimasak dengan air yang tidak berlebih, jadi nasinya tidak lembek. Kalau nasinya dimasak dengan terlalu banyak air, alhasil nanti soto campur nasinya jadi kelihatan seperti bubur dong.

Meski demikian, masih punya nafsu makan saya, sampai kemudian ketika soto dengan nasi itu saya aduk dan saya temukan sehelai rambut panjang yang tersembunyi di balik nasi di dalam mangkuk soto. SEHELAI RAMBUT!!!! Wah.. bajinguk, saya langsung ilfil dong.

Terjadi pertentangan batin secara serta merta:

Mau dimakan atau enggak?

Tapi dimakan atau enggak juga nanti kan saya harus bayar, kecuali kalau saya langsung marah-marah sama yang jualan soto.

Tapi kalau saya marah-marah, kok ya saya mau-maunya ngotot marah-marah ya? Kan pasti akan menarik perhatian orang-orang. Pagi-pagi kok marah-marah? Cuma karena soto lagi.

Saya kan lapar, apakah saya harus membuang energi saya untuk marah?

Kalau saya marah-marah, apakah mereka akan mengganti soto itu dengan soto baru?

Kalau saya marah-marah apa ya pantas, apa ya penjualnya takut sama saya?

Saya kan keliwat kecil dan bertampang imut. Saya kan keliwat imut dan tidak tidak akan menakutkan kalau marah-marah. Mungkin saya malah akan ditertawakan karena marah-marah.

Wah.. saya bimbang.

Tak lama, es tehnya datang… Saya lihat air di dalam gelas, banyak benda-benda tak jelas melayang-layang. Airnya diambil dari mana sih? Pikir saya. Kok banyak benda-benda melayang, yang jelas-jelas benda-benda itu bukan ampas teh. Wah.. saya langsung bertekad tidak akan datang lagi ke warung soto yang satu ini. Rugi dan bisa-bisa saya sakit setelah menyantap soto dan minum di sini.

Saya tengok kiri kanan saya. Beberapa pembeli lain duduk dengan teman dan pasangannya, makan soto dengan santai dan tampaknya mereka tidak punya problem apapun dengan soto pesanan mereka. Juga dengan minuman mereka. Kenapa cuma saya saja ya yang ketiban sial??

Jadi.. tebak apa yang saya lakukan akhirnya dengan kedua hidangan yang membuat selera saya ilfil ini…

Saya memakannya 😦

Cuma sedikit kok…

Oh, kenapa hal ini menimpaku? OH!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s