Yayasan Palsu

Saya jengkel tiap kali saya mampir di salah satu ATM BCA, tepatnya di depan Mirota Kampus.

Kenapa?

Karena saya merasa ditodong. Pertama, oleh tukang parkirnya yang seringnya bukannya menjaga motor yang diparkir dan membantu pemilik motor untuk memutar balik motornya waktu selesai parkir, tapi cuma duduk-duduk entah dimana dan datang untuk meminta uang saja. Kedua, selalu ada perempuan berjilbab berdiri di depan ATM, dan siap-siap menyodorkan amplop kosong bagi siapa saja yang mau masuk ke dalam ruangan ATM.

Pinter banget ya milih tempat untuk menyodorkan amplop kosong!! Di depan ATM. Membuat orang-orang pasti kadang merasa bersalah kalau tidak mengisi amplop karena pasti baru saja mengambil uang dari ATM.

Sebegitu saja ya kerjanya? Berdiri seharian, minta uang dari orang-orang yang benar-benar kerja, dari mahasiswa-mahasiswi yang orang tuanya kerja keras banting tulang buat menyekolahkan anaknya. Hmm..eh, sebentar..siapa tahu ya perempuan-perempuan yang berdiri di depan ATM itu meminta amplop kosong itu untuk diisi untuk membiayai anak-anak mereka sekolah..

Tapi…tetap saja saya jengkel!!!!

Cari kek kerjaan lain!!

Tidak usah berkedok yayasan amal sosial anak terlantar yatim piatu dan sebagainya! Dari dulu banyak saya lihat anak terlantar, dan kegiatan minta sumbangan seperti ini juga semakin banyak, lalu anak terlantarnya nggak berkurang tuh, malah tambah banyak, karena pekerjaan meminta sumbangan seperti ini jadi lahan pekerjaan bagus. Jadi kalau anak terlantarnya berkurang ya subyek yang dijadikan alasan minta sumbangan tidak ada. Kalau begini caranya, sebenernya konsep sumbangan jadi terbalik-balik. Sumbangan itu adalah pemberian yang niatnya datang dari si pemberi sumbangan, bukannya memberi karena diminta.

Duh.. 😦

Iseng, saya potret saja amplopnya, ada tulisan alamat yayasannya. Silahkan kalau ada yang mau datang ke yayasan tersebut untuk  membuktikan keberadaannya. Atau kalau mau nyumbang uang receh satu truk.

Lihat apa kata kata-kata di amplopnya: “PEMBINAAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, YATIM PIATU & DHUAFA”.

Pret!!

Kalau namanya pemberdayaan, kerjakan sesuatu yang menghasilkan dari kreatifitas dong. Bukannya minta-minta! Orang masih punya tenaga, pikiran, pantang meminta-minta. Bekerja dengan sumber daya: tenaga dan otak, itu namanya pemberdayaan.

Dasar, yayasan palsu!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s