Sekaten Misbar 2011

Malam ini tadi saya dan kawan saya yang amit-amit lucunya pergi ke Sekaten di Alun alun Selatan. Entah ini kunjungan saya ke Sekaten yang keberapa. Tapi, saya memang tidak tiap tahun menyempatkan diri pergi ke Sekaten.

Kami masuk dari parkiran arah barat Alun alun, satu motor dikenakan tarif parkir 3000 rupiah. Setelah kami taruh motor, kami berjalan menuju Alun-alun melalui pintu kecil yang ada di pelataran masjid yang disulap menjadi parkiran tersebut. Lho.. kok kami dicegat oleh anak-anak muda setempat katanya kami harus membayar per orang 2500 rupiah hanya untuk bisa keluar dari pintu yang menghubungkan masjid dengan Alun alun Selatan. Kali-kali mereka sok-sok mengatasnamakan tindakan pemalakan tersebut sebabagi restribusi masuk ke bazaar Sekaten ya? Ya sudahlah.. kami beri saja mereka apa yang mereka mintameskipun saya belum-belum sudah dongkol. Hitung saja, berapa ratus orang sudah yang mereka palak sebagai “retribusi” masuk ke bazaar Sekaten itu? Mereka tidak perlu kerja keras, cuma modal berdiri di pintu dan minta saja.

Pungli lagi pungli lagi. Meski ini sudah dianggap normal, saya masih saja sempat dongkol. Tapi untungnya saya hanya merasa dongkol kira-kira 10 detik. Ha ha ha…

Hari ini tadi seharian langit sudah mendung. Dan kemarin hujan mengguyur Jogja seharian, jadi tanah di Alun alun dan sekitarnya basah dan bisa dilihat beberapa genangan air. Tapi hal ini tidak menghalangi banyak orang untuk tumpah ruah mengunjungi bazaar Sekaten. Seru! Saya masih saja tersenyum-senyum dan kadang tertawa sendiri melihat hal-hal yang digelar di sini. Mulai dari tong stand, komidi putar, tutu train, flying fox, sampai stand hantu-hantuan yang sama sekali tidak menyeramkan tapi bikin annoyed karena suara efek hantunya yang dibuat-buat itu malah membuat kuping saya sakit (tawa kuntilanak jadi-jadiannya itu lho… lengkingannya melebih 7 oktaf).

Markus iseng mencoba melesat dengan flying fox, dan alhasil cowok lucu tapi jirih alias penakut ini merasa gemeredeg jantungnya setelah dia mendarat.

Kami lalu jalan menyatroni seputaran bazaar dan menemukan beberapa hal lucu. Diantaranya: Keong yang cangkangnya disemprot/cetak gambar dengan cat.

 

Tidak boleh lupa; setiap ke bazaar Sekaten harus juga menengok kios-kios baju impor atau baju bekas. Hasil buruan kami dari kios baju impor malam ini adalah: 2 celana jeans yang dibeli Markus dengan harga per celana 25 ribu, dan saya sendiri membeli rok keren polkadot hitam dengan background putih seharga 15 ribu dan sebuah jaket keren buat adik saya yang menyebalkan tetapi tetap tersayang (iya dong, kalau saya nggak sayang tidak mungkin saya belikan dia jaket).

 

Lalu, inilah juga korban-korban belian saya di bazaar Sekaten: Seekor kura-kura, mainan doraemon ngedrum dan ayam plastik warna hijau yang bisa loncat seperti vampir Cina kalau knopnya diputar.

Menjelang malam jam 9an, gerimis kembali mengguyur, dan membuat pengunjung berlarian menuju tenda-tenda warung maupun kios yang tersedia, dan beberapa pedagang kecil yang menjual barang dagangannya tanpa tenda juga terpaksa bubar.

Inilah susah sekaligus serunya bazaar Sekaten. Kalau ada gerimis langsung bubar deh. Alias Misbar.

Meski begitu, saya senang di kota ini ada acara tahunan seperti ini. Seru dan menyenangkan 🙂

Iklan

5 thoughts on “Sekaten Misbar 2011

  1. always such cute articles
    and i love being pushed in bahasa to understand
    i should print them and scribble all the words i don’t know and go through a dictionary as daily exercise/punishment

    such a great story

  2. Aku kok mlebu metu, terus mlebu lagi, ditambah blusak-blusuk kok ra mbayar ya? Mbayare cuma pas masuk kraton, mo nonton museum. Sudah sering nonton, tapi kok ya…masih tergoda nonton lagi dan lagi. Tahun ini aku beli nasi gurih & suruh lo, tapi gak beli ndhog abang.

    • hehehe… mbak Ika beruntung sekali ke Sekaten tanpa dimintai uang retribusi siluman ya.. Tapi mbak ke sananya kapan? Siang atau malam? Coba deh ke sana malam hari, pasti mbak akan bernasib sama denganku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s