Baksonya Pak Brewok

Bakso Pak Brewok. Brand ini sudah sangat familiar bagi saya, kakak saya, adik saya, ibu saya, bapak saya, tetangga saya, juga kucing peliharaan tetangga saya. Pasalnya, Pak Brewok sudah berjualan bakso dari jaman saya kecil (sebenernya kalau dibilang dari jaman saya kecil..term waktunya jadi kurang jelas ya, karena dari dulu sampai sekarang juga saya masih kecil). Ya udah, ganti! Sebut saja dari jaman saya SD. Kelas berapa sejaknya, saya lupa (dan nggak penting). Dan adapun kabar kucing tetangga saya, sekarang sudah meninggal (ini juga nggak penting).

Seingat saya, dulu pak Brewok awalnya berjualan bakso dengan grobak keliling kampung. Iya dong, masak pakai grobak sodor.. baksonya bubar jalan dong (komentar yang nggak penting lagi!).  Nah, lalu beliau memutuskan untuk nangkring saja di satu tempat daripada terus menerus berjualan keliling karena beliau sudah terkenal namanya dan pelanggannya sudah buanyak (saking buanyaknya kalau keliling dengan grobak kakinya bisa lempoh). Mangkallah beliaunya di jalan A.M Sangaji. Dan demikianlah asal muasal warung bakso Pak Brewok.

Saya tidak tahu nama asli Pak Brewok. Kakak saya, adik saya, bapak ibu saya juga tidak tahu. Tetangga saya juga tidak tahu nama asli beliau. Namun kabarnya, kucing tetangga saya yang sudah meninggal itulah yang tahu siapa nama asli Pak Brewok. Tetapi sayang, sebelum sempat memberi tahu nama asli Pak Brewok kepada tetangga saya, kucing ini sudah keburu meninggal. Maka dari itu, hal ini tetap menjadi misteri. Yang jelas, beliau dipanggil “Pak Brewok” karena bukan hanya beliau bertangan dua, berkaki dua, bermata dua dan berhidung satu, tapi juga beliau brewokan.

Rumah Pak Brewok,  terletak di daerah kecamatan Karangwaru, masih satu kecamatan dengan bapak dan ibu saya juga tetangga saya. Tapi persisnya juga saya tidak tahu. Nah, bagi pembaca yang tetangga persis dari Pak Brewok, kalau berkenan memberi komentar untuk tulisan ini tentang siapa nama sebenernya Pak Brewok, saya berterima kasih sekali. Soal alamat rumah Pak Brewok, tidak perlu diberitahukan karena saya khawatir nanti banyak yang akan menyatroni rumahnya untuk minta tanda tangan, foto, surat nikah, NPWP, nomor togel dan lain-lain.

Nah, saya kalau sedang ngidam makan bakso suka mampir ke warung bakso pak Brewok di jalan A.M Sangaji. Tepatnya sebelah selatan perempatan Jetis.

Yang saya suka dari bakso Pak Brewok adalah bakso gorengnya yang kemeriuk. Wah.. menuliskannya saja sudah bikin saya ngiler :-p ! Selain itu bakso yang per mangkonya berharga Rp 8000 ini kuah baksonya gurih… (kemungkinan besar karena msg -nya cukup! Ha ha ha.. plus larutan air bawang putihnya juga pas). Porsinya tidak terlalu besar, juga tidak terlalu sedikit. Pas buat perut saya.

Tapi pasti kalau untuk melayani napsu perutnya Rony Dozer, satu mangkok saja tak cukup.

Kadang kalau sedang beruntung, dapat potongan daging sapi (tapi saya kira karena belakangan harga kebutuhan pokok meroket, potongan-potongan daging sapi ini ditiadakan).

Coba deh, kalau lewat jalan A.M Sangaji.

Hmm…jadi kepingin makan bakso lagi :-p

Iklan

2 thoughts on “Baksonya Pak Brewok

  1. Waaaaaaaaaaaa ngileeeeeeeeeeeer. Cck cck, bakso emang paling mantab (buat org Jogja) itu ya di Jogja. Ga ada lagi yg jualan pake bakso goreng kemriuk + bihun lemes…aaaaaaa siaulll, jd kemeceeer. Nek dikirim neng Jakarta iso ra yo?

  2. wahahaha… ya jelas susyaaaahhhh.. ntar baksone lodoh nooooo :p ~
    kalo di Jakarta bakso yang enak di mana ya??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s