Rumah Pohon Mas Dewo

Bangunan bambu bertingkat-tingkat 6 itu dinamai Rumah Pohon Mas Dewo. Sebuah bangunan 6 level berbahan bambu. Saya agak lupa tepatnya sejak kapan tetangga saya ini mulai membangun tempat makan ini. Mungkin 2 atau 3 tahun yang lalu. Hmm.. tidak ingat persis saya. Tetapi yang saya ingat, pada awalnya mas Dewo mengawali usahanya dengan membudidayakan dan menjual sirih merah. Akhir-akhir ini, semenjak usaha ini diperluas menjadi usaha rumah makan, kampung tempat saya pernah tinggal di rumah orang tua saya ini jadi ramai disinggahi banyak pengunjung.

Tiap kali saya pulang ke rumah orang tua saya, saya sering mengamati tempat ini. Ya kadang secara tidak sengaja. Bagaimana tidak? Kan rumah orang tua saya hanya berjarak kurang lebih 10 langkah dengan Rumah Pohon Mas Dewo itu.

Yang membuat saya tertarik untuk mengamati, bukan karena tempat itu banyak disinggahi pengunjung (memang sih, selain ada bau terasi goreng menyebar secara masif dari dapur rumah makan ini, banyaknya pengunjung di tempat ini membuat polusi suara makin menjadi :p), tetapi saya lebih tertarik mengamati tempat ini karena saya merasa bangunan berbahan bambu itu cukup mengkhawatirkan. Dari jauh, saya bisa melihat bahwa beberapa tiang sambungan antar bambu sudah retak, dan bangunan lantai bagian selatan sudah tidak horisontal lagi wujudnya. Menurut perkiraan saya, jangan-jangan bahan bambu yang digunakan untuk tempat makan ini adalah bambu yang tidak diawetkan. Jika perkiraan saya memang benar bahwa bambu yang digunakan tidak melalui proses pengawetan, tentu saja bangunan ini memberi risiko yang tidak kecil bagi siapapun, baik pengelola maupun mengunjungnya. Dengan bangunan sebesar itu, efek kerusakan satu bagian bangunan bisa mempengaruhi bagian yang lain dengan cepat, apalagi di cuaca tropis seperti negara kita, curah hujan tinggi, kelembaban tinggi dan panas matahari juga menyengat. Bambu yang tidak mengalami proses pengawetan akan cepat sekali hancur. Saya memang bukan ahli bangunan, juga bukan ahli bambu. Tetapi saya sudah sering mendengar penjelasan tentang bagaimana sebaiknya treatment dan proses yang harus dilakukan untuk membangun sebuah rumah bambu dari atasan saya yang ahli bangunan ramah lingkungan dan ahli tentang bambu.

Hmm… ya semoga bangunan Rumah Pohon Mas Dewo itu tidak mengalami kerusakan yang akan membahayakan pengunjung dan pengelolanya. Semoga saja pengelolanya melakukan perawatan bangunan dengan baik dengan mengganti kerusakan kecil secara rutin (bila ada kerusakan).

Hmmm.. buat temen-temen yang berharap bahwa saya akan berkisah tentang bagaimana rasanya masakan di Rumah Pohon Mas Dewo..maaf ya  teman-teman, karena tulisan saya ini tidak ada satupun bahasan tentang menu masakannya. He he he. Lha bagaimana? Saya menatap bangunannya dari jauh saja sudah merasa ngeri je. Jadi saya belum pernah menginjakkan kaki di sana.

Menurut kabar burung… (nah kan.. burung saja banyak yang datang makan ke sana), masakan di Rumah Pohon ini lumayan enak. Jadi buat teman-teman yang penasaran, silahkan datang. Buat yang penasaran dengan bangunan Rumah Pohon dan hendak mencari tahu tentang bambu di bangunannya sudah diproses pengawetan atau belum, atau menilai masih amankan bangunan itu, silahkan datang juga (meskipun sesampainya di sana mungkin teman-teman hanya kethap kethip nggak mudeng :p). Pokoknya.. jangan deh pendapat saya mempengaruhi teman-teman secara mentah-mentah dan sewenang-wenang, sebab menurut Undang Undang Dasar 1945 kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa!!

Hidup Amingwati!!!

Iklan

3 thoughts on “Rumah Pohon Mas Dewo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s