Nonton Ngayogjazz Kehujanan

Saya sore tadi tampil keren, pakai sepatu boots merah kesayangan, rok denim 2nd hand, baju 2nd hand (tapi pakainya dalamnya nggak 2nd hand dong :p) berencana berangkat dengan kawanku Markus (si pendekar gitar yang merangkap bakul hp) untuk menonton konser jazz dalam rangka ulang tahunnya Warta Jazz yang ke-10.

Lhoo..kok di jalan menuju pelataran rumah Joko Pekik (dimana event berlangsung) hujan turun dengan sangat derasnya. Wah, saya sudah yakin bahwa angan-angan saya untuk nonton konser jazz sambil makan ronde pasti tidak akan sukses. Lha bagaimana? Saya sudah membayangkan, duduk di angkringan, makan ronde, sambil denger musik jazz, pasti asik. Eh, kok malah hujan. Dan saya ingat, di pelataran kompleks rumahnya Joko Pekik itu kan memang rimbun, banyak pohon. Tapi kalau hujan-hujan menonton jazz di bawah pohon itu biasanya malah membuat rintik hujannya makin menjadi, apalagi kalau ada angin. Mana saya belum makan dari siang hari. Wah.. perut sudah keroncongan.

Bener deh… waktu kami sampai di dekat lokasi acara, banyak sekali pengunjung yang membuat jalan di seputaran lokasi menjadi macet. Air menggenang di mana-mana, membuat proses jalan kaki ke pelataran di mana panggung berdiri jadi kurang nyaman. Waktu Simak Dialog mulai bermain musik hujan masih mengguyur dan pemandangan yang  saya dan teman-teman lain bisa lihat hanya jajaran payung dan jas hujan penonton lain yang berdiri di dekat panggung. Wah, kali ini saya mengutuki badan saya yang kurang tinggi.

Kami lalu bersepakat mencari wedang ronde, karena kabarnya ada stan-stan makanan dan minuman di sisi utara panggung. Harapan kami, kami bisa ngeronde sambil mendengarkan konser (karena kalau tetap berdiri di depan panggung juga kami tidak melihat apapun kecuali payung, jas hujan dan punggung penonton yang ada di depan). Sudah muter-muter beberapa kali sambil kehujanan, tidak ada satupun penjual makanan dan minuman yang menjual wedang ronde! Ooooh… kuciwanya diriku sementara perut makin dangdutan dan pakaian setengah basah oleh rintikan air hujan. Mau makan juga bingung mau duduk di mana karena semua tempat duduk yang tersedia sudah diembat bahkan oleh pengunjung yang sudah selesai atau tidak makan.

Akhir saya dan Markus memutuskan untuk meninggalkan konser dan mencari makan di daerah Wirobrajan. Wah.. Markus.. acara kita kurang berhasil malam ini, tapi setidaknya kita sudah kencan ya. Much love untukmu Markus 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s