Iklan Produk Dari Suriname

Saya dari kemarin geli sendiri melihat halaman dinding facebook saya. Iya.. saya balik ke Facebook. Bukan karena apa-apa, tapi karena ada pekerjaan yang menuntut saya untuk punya profil Facebook.

Karena bukan untuk kepentingan pribadi, profil Facebook saya enggak saya tulis secara serius. Misalnya: saya mengaku sebagai lelaki yang berpacaran dengan Pablo the hamster, tinggal di Suriname dan berasal dari Timbuktu. Saya berbahasa Jawa dan Surealis (soal berbahasa Jawa dan surealis, itu memang ada benarnya :p).

Karena mencantumkan Suriname sebagai tempat tinggal, saya baru sadar beberapa hari yang lalu bahwa advertisement yang ada di halaman Facebook saya juga adalah advertisement dari Suriname. Oleh karena Suriname telah sangat lama dijajah oleh pemerintah Belanda, bahasa Belanda telah menjadi official language di Suriname, sama seperti negara kita (itulah yang membuat negara kita menjadi “serupa tapi tak sama” dengan Suriname. Sama-sama pernah dijajah Belanda, tapi kita semua tetap tidak bisa berbahasa Belanda, kecuali yang rajin les bahasa Belanda :p).

Mungkin banyak dari antara kita yang belum begitu tahu bahwa bahasa Jawa tidak digunakan seluas yang kita kira di Suriname. Ada yang mengira di Suriname banyak orang bisa berbahasa Jawa dengan lancar dan banyak yang menyangka orang Jawa di Suriname sangat banyak, tidak bisa dihitung dengan jari.. He he.. ya jelas tidak bisa dihitung dengan jari. Kalau dengan sensus, itu baru masuk akal. Faktanya, tidak demikian. Bahasa Jawa hanya satu dari beberapa bahasa lain yang digunakan di Suriname.

Jumlah Masyarakat Etnis Jawa di Suriname

Setelah saya baca-baca beberapa informasi tentang hal tersebut, ternyata bahasa Jawa hanya digunakan oleh sebagian kecil kelompok etnis saja. Menurut data dari Wikipedia, kelompok etnis Jawa di Suriname adalah kelompok etnis keempat yang terbesar setelah Hindoestanen, Creoles dan Maroons. Etnis Jawa jumlahnya kira-kira 15% dari jumlah total seluruh populasi masyarakat Suriname.

Demikian prosentase jumlah penduduk Suriname menurut sensus di tahun 2004 :

  • 27.4% Hindustani,
  • 17.7% Creole
  • 14.7% Maroons
  • 14.6% Javanese (Southeast Asians)
  • 12.5% Mixed descent
  • 5% White
  • 2% Chinese
  • 2% Amerindian

Sejarah Etnis Jawa di Suriname

Bagaimana sejarah kelompok etnis Jawa di Suriname ini? Semuanya berawal dari masa penjajahan Belanda juga. Suriname sendiri dijajah oleh Belanda sejak awal abad ke 17, dan merdeka dari jajahan pada tahun 1975. Menurut artikel yang ditulis oleh Santo Koesoebjono, orang Jawa datang pertama ke daratan Suriname pada tanggal 9 Agustus 1890. Antara 1890 dan 1939 sekitar 33.000 orang bermigrasi dari Tengah dan Jawa Timur ke Suriname, sebuah negara empat kali ukuran Jawa Barat dan terletak di timur laut Amerika Selatan (Ismail, 1949; Suparlan, 1976; de Waal Malefijt, 1963). Mereka berminat besar untuk bekerja di perkebunan oleh bujukan pemerintah kolonial Belanda. Pada akhir kontrak mereka, (5 tahun kontrak) mereka dijanjikan kekayaan ketika mereka akan kembali ke desa mereka. Janji-janji ini ternyata banyak yang tidak dipenuhi. Sekitar 7.600 orang telah “dibawa kembali” pada paruh pertama abad ke-20 (Ismail, 1949).

Saat ini para migran Jawa Suriname dibagi menjadi tiga kelompok utama. Kelompok pertama adalah mayoritas yang tetap tinggal di Suriname, menikah dan membentuk diaspora Jawa. Komunitas ini berupaya untuk melestarikan dan mengembangkan budaya di tanah air baru. Kelompok etnis Jawa adalah kelompok etnis terbesar ketiga di Suriname sesudah Kreole dan Hindu asal India. Berbeda dengan Hindustanis, yang juga datang sebagai buruh yang diwajibkan, perkembangan sosial-ekonomi orang Jawa di Suriname masih kurang didokumentasikan (Hoefte, 1998).

Untuk membaca artikel yang lebih lengkap tentang sejarah etnis Jawa di Suriname, klik saja di sini.

Bahasa Sehari-hari di Suriname

Karena etnis yang hidup di Suriname beragam, bahasa yang digunakan juga beragam. Selain bahasa Belanda (Dutch) sebagai bahasa resmi, masyarakat di Suriname berbicara  lebih dari 10 bahasa lainnya, termasuk varian bahasa Cina, Hindi, Jawa dan Kreole asli. Kalau mau tahu detilnya, lihat ada di sini.

Demikian teman-teman cerocos singkat saya tentang Suriname. Saya hanya  bisa memberi data dari website. Karena kan saya sendiri belum pernah ke Suriname. Bisanya cuma keliling seputaran mBantul. Paling banter ya ke Garut. Wekekekeke.

Semoga bermanfaat.

*Sumber foto dan data:

http://home.wanadoo.nl/javas/Vertellingen/Koesoebjono/Suri-Javanese.htm

http://en.wikipedia.org/wiki/Javanese_language

http://www.ethnologue.com/show_country.asp?name=SR

http://en.wikipedia.org/wiki/Surinamese_people

http://www.globalsecurity.org/military/world/europe/nl-west-indies.htm

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s