Dokter Ardi

Namanya dokter Ardijanto. Seorang dokter umum berusia kira-kira awal 5oan. Matanya sipit, berkacamata, suka senyum, rambutnya agak jigrak. Saya dapat rekomendasi untuk menemui dokter Ardi dari salah satu teman saya. Beliau biasanya praktek di sebelah apotik Ratna dekat Prawirotaman.

Saya paling suka dengan dokter Ardi karena setelah menemui banyak dokter untuk penyakit sepele tapi membandel yang saya miliki (bukan panu!), cuma dari dokter Ardi saya mendapat jawaban yang memuaskan. Dan saya merasa sangat jauh lebih baik setelah menemui beliau.

Suatu sore, saya datang lagi ke dokter Ardi karena saya punya sariawan segede gambreng tapi nggak kunjung sembuh, padahal sudah 2 bulan sariawan itu saya derita. Saya khawatir saja.. jangan-jangan itu bukan sariawan biasa.. tetapi sariawan siluman! Whaaa….

Setelah ketemu dengan dokter Ardi, saya cerita perihal sariawan siluman saya. Dokter Ardi bilang, “Wah, pacar kamu suka menggigit ya?”

Kok ya saya jawab, “Enggak dokter, ini saya gigit sendiri kok, nggak sengaja.”

“Kamu kenapa kok belum nikah?” lanjut dokter Ardi dengan pertanyaan yang menurut saya tidak ada hubungannya sama sekali. “Emang nggak ada yang mau ya?”

“Yeee…menikah? Banyak kali dok yang mau sama saya. Tapi kan saya nggak bisa begitu aja mencomot laki-laki untuk menikah.” jawab saya sedikit sewot, padahal dalam hati saya bilang: *yee…lagian nanya soal nikah..emangnya gampang?*

“Emang kenapa dokter kok nanya saya udah nikah atau belum? Emang ada hubungannya dengan sariawan saya?”

“Ya saya banyak kenal dengan anak-anak muda yang punya banyak pikiran jadi sakit kayak kamu ini. Lebih baik kalau sudah ada calonnya kan menikah saja. Daripada punya masalah dipikir sendiri.”

Saya berpikir lagi… *Gitu ya? Iya po? Saya kira dokter Ardi ini dokter yang berpikiran modern. Tapi kok sarannya beraliran konservatif begindang?*

Dokter Ardi menulis resep. Lalu berkata kepada saya, “Kalau besok nikah saya diundang lho..”

Saya terima resep lalu keluar ruangan prakter dengan cengar cengir. Dokter Ardi aneh… :p

Saya pikir, mungkin kadang sejalan dengan usia, orang yang berpikiran modern yang tumbuh dengan pendidikan modern pun bisa jadi konservatif dalam menimbang hal-hal karena sudah terlalu paham dengan cara hidup yang aman di negara yang masyarakatnya beraliran konservatif dan agamis macam ini.

Kemarin sore saya datang lagi ke klinik praktek dokter Ardi untuk minta resep buat teman saya yang hamil tua. Eh..beliau tanya, “Kapan kamu ikutan hamil juga?”

“Halah.. dokter! Siapa yang membuahi??”

“Tumbuh-tumbuhan.” jawab Dokter Ardi sambil nyengir.

Dokter Ardi memang aneh kadang-kadang.. tapi beliau tetap adalah dokter favorit saya.

Iklan

8 thoughts on “Dokter Ardi

    • Datang aja ke dokter Ardi..Kan dia dokter umum yang serba tahu. Mungkin bisa sembuh kalo ngoles obatnya teratur. Tapi udah nyoba diobatin pake lengkuas belom tuh panunya? He he he 😀

  1. haha… dokter ardi pasti seneng bgt pny pasien ky km bakti,bs di tanya2 soal mslh pribadi,itung2 bt hasil pollingnya yaa… hahaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s