Kisah Si Poki

Selamat pagi kawan-kawan, dan happy weekend semua.
Saya mau berbagi sebuah cerita. Sabtu, 22 mei 2010 saya dan kawan serumah saya menemukan seekor kucing di pinggir jalan di seputaran Gunung Sempu. Pada awalnya, saya mau jalan terus saja dan tidak menghiraukan kucing ini, tetapi saya curiga ada yang tidak beres dengannya, karena dia kelihatan lemas dan jelas-jelas saya lihat dua kakinya luka berat. Karena kondisinya yang tampaknya mengenaskan, akhirnya kami memutar arah motor kami dan menghampiri kucing tersebut.
Kucing ini, yang selanjutkan kami ketahui berjenis kelamin jantan sedang duduk di pinggiran jalan, sangat kurus hingga tinggal tulang dan kulit, kaki depannya luka-luka hingga bengkak dan meradang. Kaki belakangnya juga luka, hanya saja lebih ringan daripada luka kaki depan. Karena dia kesulitan berjalan dengan empat kaki, tampaknya dia sudah menempuh perjalanan yang sulit dengan hanya dua kaki belakangnya (sedikit melompat seperti kangguru, tapi karena badannya cukup lemas untuk mengangkat tubuhnya hanya dengan dua kaki belakang, kadang dia harus menumpu badannya dengan dua kaki depannya yang luka juga). Lebih prihatin lagi waktu saya memriksa kondisi sekitar dia duduk: banyak semut berkeliaran, dan lalat besar beterbangan dan sering hinggap di lukanya (tiap kali lalat hinggap di lukanya, dia tampak kesakitan dan berusaha bergerak untuk mengusir lalat, lalu menjilati luka-lukanya).
Saya kira kucing ini pasti tertabrak motor dan dua kaki depannya terlindas roda mungkin dua hari sebelumnya. Dan selama itu juga dia tidak makan (tidak yakin juga baru 2 hari yang lalu tertabraknya karena dia sudah kurus dan lemas sekali).
Maka akhirnya saya tidak tega, dan membawanya ke klinik terdekat dengan dibantu teman saya Anna (sebenarnya lumayan jauh, karena kami ada di selatan dan klinik ada di Jogja bagian timur). Kami bawa dia ke klinik Kayu Manis. Supaya dia merasa nyaman kami tempatkan dia di dalam sebuah kardus selama di perjalanan.
Kucing laki-laki ini selanjutnya kami beri nama “Poki Pasta Pesto Fetucine Gelato”. Panggilannya Poki.
Demikian kondisi detail Poki menurut dokter:
– dua kaki depannya remuk, diduga terlindas roda kendaraan.
– beberapa kuku kaki depannya terbalik dan masuk ke daging kakinya sendiri.
– ternyata poki sudah cukup berumur (saya kira tadinya dia masih muda karena mukanya imut sekali dan badannya kecil, tapi mungkin badan Poki kecil karena sewaktu masa pertumbuhan dia tidak mendapat asupan gisi yang cukup karena tidak selalu dapat makanan berhubung dia hidup di jalanan).
Poki akan sembuh, tapi mungkin butuh waktu paling tidak 1 bulan. Dokter akan memberi suntikan obat setiap hari (selama 5hari, karena saya hanya mampu membiayai pengobatannya rawat inap 5 hari saja).
Nah, teman-teman jika ada yang tergerak untuk menolong Poki, berapapun yang kalian sumbangkan akan sangat berarti. Satu orang yang melihat Poki waktu saya bawa ke klinik sudah bersedia membantu juga, jadi saya rencanakan Poki akan tinggal di klinik selama seminggu.

Saya juga mencari relawan yang bersedia menampung Poki untuk dipelihara/adopsi. Karena dia kucing jalanan maka Poki tidak akan pilih-pilih makanan, dan dia tidak akan kabur-kabur untuk main, karena dia tidak lagi muda.
Tolong beritahukan teman-teman lain yang sekiranya adalah pecinta kucing. Saya dan Poki berterima kasih sekali jika ada dari antara teman-teman yang bersedia membantu.
Salam,
Bakti Widiarti
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s