Kejadian Semalam (Guyon Sarkas).

Semalam, saya mendapat sms dari mantan pacar saya. Dan karena smsnya, kami jadi terlibat obrolan sebentar saja. Begini katanya:

Mantan pacar : “Aku mimpi kartu tarot, yang ratu itu. Bakti ratunya :p”

Bakti : “Oh ya? Ratu kan banyak. Ratu koin, pedang, tongkat, piala, opo salak? Duku cilik-cilik..”

Mantan pacar: “Eh, kok Bakti lucu banget sih… Anaknya siapa toh? Kayaknya ratu piala.”

Bakti: “Anaknya Suhartono, jurangan batik. Oh, kalo piala itu si ratu asmara, penuh belas kasih. Baik hati, tidak sombong, gemar menabung, suka menolong hewan-hewan yang kelaparan. Kamu lapar ga?”

Mantan pacar: “Aku bukan hewan.”

Bakti : “Oh iya ya… pantesan ga mirip.”

Mantan pacar: “Wah situ kok kurang ajar? Omongannya nggak enak.”

Bakti : “Wah, marah deh.. Ya udah kalo gitu. Becandanya nggak nyampe soalnya. Met malam aja deh.ย  Maaf ya kalau tersinggung. Makasih udah dimimpiin.”

Mantan pacar: “Iya selamat malam juga.”

Begitulah… tidak ada sms lagi setelah itu. Saya sedikit berpikir.. ternyata candaan saya sekarang sering keliwatan bagi orang-orang tertentu. Atau memang bagi kebanyakan orang (tetapi saya tidak sadar karena saya jarang terlibat percakapan lepas dengan banyak orang lagi).

Mungkin saya harus lebih diam dan lebih banyak menyortir gurauan dalam obrolan ya.

Lalu saya tertidur.

Iklan

2 thoughts on “Kejadian Semalam (Guyon Sarkas).

  1. aku juga kayak gitu sama mantan2ku mbak. knapa ya? padahal bcandaanku dari dulu memang rada2 sarkas kalo sama pacar. ๐Ÿ˜€ tapi pas udah ga pacaran lagi, orang2 banya yang ga bisa terima candaanku. yaudah.. akhir e aku juga memilih diam. ๐Ÿ˜€

    • Hmm…bisa dimengerti chal.. karena dulu waktu masih pacaran kan ada semacam kedekatan yang membuat sarkasme kita ke seseorang yang kita becandain termaklumi; seperti jadi jaring peredamnya. Jadi kalo dia tersinggung, nggak akan tersinggung amat karena dia masih pikir dan merasa kontak fisik dari kita akan menutup lubang yang kita ciptakan dari sarkasme kita. Tapi kalau udah ga ada kontak fisik sebagai bentuk perhatian dan ekspresi rasa sayang, sarkasme kita rasanya bisa nendang abis…serasa sambel yang dicolokin ke matanya. HA HA HA HA… hua…sakit..pedes!! :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s