Aku Sangat Membencinya!

Aku sangat membencinya. Aku sangat membencinya! Berulang kali kalimat itu melayang, mengikuti kemana saja aku pergi. Bergelantungan di tiang listrik, merangkak di zebra cross, menyelinap ke balik tutup toilet, hinggap di piring makanku. Kemanapun aku pergi, dia suka muncul secara tiba-tiba seperti kanak-kanak bermain petak umpet. Terngiang juga suara kecil itu di telingaku. Suaraku sendiri, berkata “Aku sangat membencinya! Sangat benci!”.

Sebenarnya aku benci sekali untuk berkata atau mengaku bahwa aku membencinya. Pertama, karena aku benci memiliki perasaan negatif semacam ini : membenci orang lain. Kedua, aku merasa aku terlalu cantik untuk membenci, dan membenci akan mengurangi kecantikanku. Ketiga, aku tidak suka membencinya karena dia juga perempuan. Bukan salah dia juga kalau dia mencintai lelaki yang sama denganku. Tetapi, kendati aku merasa aku cantik, dia juga cantik. Jadi aku merasa lebih baik aku membencinya! Dan aku pikir tidak akan sehat buatku secara mental kalau aku bersikeras untuk tidak membencinya. Aku sama saja menipu diriku sendiri.

Jadi, aku tetap memutuskan untuk membencinya. Aku membencinya untuk wajahnya yang manis, dadanya yang lebih besar dari dadaku. Tubuhnya yang lebih tinggi, kendati dia tidak akan pernah bisa mengalahkan keproporsionalan tubuhku karena tubuhnya lebih gemuk.

Aku membencinya karena dia selalu berhasil membuat kekasihku membagi cinta dan perhatiannya dariku. Aku membencinya untuk malam-malam dan saat-saat indah yang kekasihku bagi dan berikan kepadanya di tempat-tempat jauh ketika mereka berlibur. Saat-saat yang tidak pernah aku rasakan dan aku miliki. Aku membencinya karena aku harus selalu mempertahankan kestabilan emosiku dengan berpura-pura tidak terpengaruh dengan kebencianku padanya ketika aku tahu dia dan kekasihku bepergian berdua dan semua orang yang mereka kenal mengetahui bahwa mereka sedang berlibur berdua. Aku muak! Aku muak selalu bercinta di balik toilet sementara dia dibaringkan kekasihku di tempat tidur yang indah di hotel-hotel berbintang!


Aku membencinya untuk apapun yang dia kenakan, yang membuat tubuhnya kelihatan makin montok, dan dipuji banyak lelaki karena kemontokannya. Aku membencinya karena dengan ketololannya dia sudah berhasil membuat hati kekasihku meleleh dan dengan hati kekasihku yang berhasil meleleh dengan ketololannya, dia sudah membuat kekasihku menjadi tolol seperti dirinya! Aku benci karena aku selalu terlihat rendah hati dan rendah diri di depannya ketika kami bertemu, dan karena aku berusaha untuk tidak menunjukkan kelebihanku di depannya supaya dia tidak merasa cukup bodoh di depanku. Aku merasa benci padanya karena aku terlalu baik hati untuk tidak memperkarakan apapun dengannya. Juga karena aku terlalu diam dan menyimpan kebencian ini sampai busuk di dalam rongga dada sehingga baunya mengobrak-abrik isi kepalaku yang brilian!

Aku benci senyumnya, aku benci keceriaannya, aku benci selera musiknya yang payah, aku benci cara bicaranya yang kadang dibuat-buat. Aku benci pilihan gaya berpakaiannya. Aku benci kuku-kuku tangannya yang panjang dan dipoles dengan cat kuku!

Aku membencinya untuk saat-saat pertama kami bertemu dan berkenalan, saat-saat ketika  dia memandangku seperti seorang pesuruh. Seolah-olah dia sudah benar menyimpulkan bahwa kedudukannya lebih tinggi dariku.

Aku benci dia karena aku kini merasa diriku menjadi rendah dan jelek karena telah jujur pada diriku sendiri bahwa aku membencinya.

Aku membenci dia!

Aku benci.

Kebencian ini makin menyeretku untuk tidak lagi peduli.

Maka, kuputuskan untuk menghilangkan sosoknya. Dia tidak cukup penting. Mungkin perasaan cinta pada kekasihku juga tidak penting.

Maka, setelah jujur mengakui bahwa aku sangat membencinya, kini aku memutuskan untuk tidak lagi mempedulikannya.

Mereka. Perempuan itu, dan kekasihku.

Malam ini, aku merasa sangat bangga pada diriku sendiri karena aku sudah mengakui bahwa aku bisa sangat membenci. Dan kini, aku tidak lagi peduli.

Aku melangkah pergi. Dan merasa begitu cantik.

Iklan

One thought on “Aku Sangat Membencinya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s