Aku Dari Waktu Menjadi Kali

Kamu mengajakku membuang-buang waktu yang terwadah di dalam baskom bersamamu esok hari. Kamu membuatku berjanji untuk melakukannya esok hari. Tetapi mungkin bisa jadi kupenuhi janji itu lusa saja, kalau-kalau esok hari aku ingin memelihara ikan mas di dalam waktu di baskom itu. Ini malam sudah tua dan sebentar lagi tidak bernapas. Maka itu tiap subuh tiba orang-orang datang ke langgar atau menggelar sajadah,bermukena dan bertelut pada Bapa pencipta malam, mengucapkan doa supaya malam yang tua dan sudah mati tiap hari bisa masuk surga. Mereka berdoa untuk jenasah malam karena dia sudah membuat orang-orang hidup tenang sejenak dengan membuat mereka semua tertidur dan lupa untuk saling bunuh atau bunuh diri oleh karena terlampau gopoh menanggung ambisi.

Aku mau menahan lapar dan tidak makan minum sambil berdoa sampai aku mati dan lahir kembali menjadi kali. Supaya aku bisa direnangi ikan-ikan yang kamu buang bersama waktu di dalam baskom yang tempo hari aku pelihara dan kuberi nama. Kamu bisa menyimpan sedikit aku di baskom itu atau akuarium di ruang tengah rumahmu jika kamu rindu padaku. Tetapi jangan sesekali iri pada ikan-ikan karena mereka bisa memiliki sebagian besar aku. Kamu sudah membuangku lebih dulu ketika aku masih berwujud waktu di baskom itu.

24 Agustus 2008

*Bagus Wirati

Iklan

One thought on “Aku Dari Waktu Menjadi Kali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s