Kecelakaan!!! Gubrak!!

Salam jitak!
Pletakk!!

Kurang lebih 2 minggu yang lalu saya kecelakaan sepeda motor. Hari itu hari Minggu. Saya pergi jam 3 sore dalam rangka menemui teman lama yang saya cintai, bernama Eta, saya kebut kendaraan saya di atas jalanan aspal dekat rumah menuju ke tempat tujuan di dekat daerah Deresan.
Nah.. waktu di tikungan setelah jembatan Sardjito, tiba-tiba mobil di depan saya ngerem mendadak… DAK!! Wah, saya langsung ngerem juga dong.. Daripada saya mencium pantat mobil itu dan malah dituntut ngganti kelecetan yang mungkin terjadi jikalau saya mencium tuh pantat mobil dengan keras… (wah, atau mungkin malah kebalik kali, karena tidak mungkin saya disuruh ngganti sementara bibir saya monyong belepotan darah dan kemungkinan malah gigi depan saya pada tanggal. Jadinya pasti tuh sopir mobil yang dituntut buat ngganti kerusakan bibir indah saya beserta kerusakan koleksi gigi-gigi saya di dalam mulut).
Nah.. saya ngerem mendadak.
Tapi alangkah sialnya saya saudara, karena yang saya tarik itu bukan rem roda belakang, tapi rem roda depan! Aduh.. ngglangsar deh saya. Dan lebih disayangkan lagi, mobil di depan saya cuek dan pergi begitu saja. Waaaa…. bangun sendiri deh saya, dan merasakan perih yang aduhai di bagian badan sebelah kiri. Dua orang di belakang saya untungnya masih berperikemanusiaan. Mereka berhenti dan membantu saya memberdirikan motor yang saya pakai dan bertanya apakah saya baik-baik saja (anyway, itu bukan motor saya, tapi itu motor bos saya. Duh bos.. alangkah baiknya dirimu.. saya tahu kamu suruh saya pakai motor itu karena rem motor saya sendiri jelek (nyaris blong) dan motormu remnya lebih bagus.. tapi.. ya inilah akibat kalau saya sudah terbiasa dengan barang-barang jelek. Pakai barang bagus jadi gagu dan nggak biasa. Kampungan deh jadinya.. ngglangsar di jalanan.. (Bakti.. bakti.. ngglangsar tuh di kasur.. bukan di jalanan!!)). Ha ha ha..

Setelah bangun dari jalan, saya tancap gas ke rumah sakit terdekat. Saya pikir daripada pulang ke rumah kan lebih baik saya ke rumah sakit karena luka-luka saya semuanya bertanah dan sangat kotor. Mana mungkin saya tega membersihkannya sendiri?? Hwaaa.. bisa nangis semalaman saya. Jangan dikira juga saya mendapatkan dampingan ke rumah sakit, saya pergi sendiri dong.

Sampai di rumah sakit, saya masuk UGD. Yak.. betul, UGD kepanjangan dari: Unit Gawat Darurat. Bukan Unit Goyang Dangdut (bayangkan kalau lecet-lecet malah diwajibkan goyang dangdut.. oh.. lebih kejam daripada Purawisata dong!!).

Para perawat yang baik hati memeriksa luka saya dan membersihkannya. Hwaa… saya menahan teriakan dengan memeluk selimut. Tapi karena tidak tahan perihnya, saya teriak juga. Perawat yang manis-manis dan baik hati itu bilang: “ya.. pilihannya cuma ada dua: sakit, atau sakit banget.” Huahahahaah…. ya mereka memang sangat jujur. Tapi saya senang, sebab saya merasa tidak diintimidasi dan mereka ramah, nggak nyalah-nyalahin saya karena saya jatuh dari motor. Biasanya kan orang kalau tahu ada orang lain yang kecelakaan pasti bilang gini: “Haa.. makanya, kalau naik motor tuh ati-ati.. jangan ngebut!” Prek aja kalau ada yang bilang gitu. Emangnya dia siapa??

Hasil dari ngebut dan ngglangsar di jalanan sore itu membuahkan 4 luka di tubuh bagian kiri saya. Lutut, sikut, pinggul dan dada. Beruntung dada saya nggak luka parah, cuma lecet-lecet aja, karena kalau luka parah, saya terancam kehilangan salah satu aset saya yang paling berharga. HAHAHAHAHAH… :p

Lalu sewaktu luka saya sudah dibalut dan saya ngantri di loket obat, saya sms pacar saya. Saya bilang kalau saya jatuh dari motor, tapi saya dan motor baik-baik saja. Dia langsung telpon saya. Wah.. baik sekali dia. Saya senang. Dia tanya: “bagaimana dengan tato-tatomu? Semuanya baik-baik saja? Tidak ada yang hilang kan?”
Wedew… ini orang satu bisa-bisanya bertanya serius apakah tato saya masih ada.. di saat seperti itu. Hehehehe.. tapi saya senang dia tanya itu, karena pasti nggak ada yang nekat menanyakan pertanyaan aneh macam itu kalau seseorang bertato macam saya mengalami musibah kecelakaan. Hmm…pacar yang aneh… :p

Kelar bayar di loket, saya tancap gas lagi.
Bukan.. bukan pulang ke rumah. Saya menuju tujuan saya yang semula. Menemui kawanku Eta. Oh Eta.. lihatlah betapa rindunya aku dan sayang padamu, luka-luka begini, aku tetap datang padamu.

Jadi sore itu saya ketemu Fransiska Mareta. Dan tidak tahu mengapa, saya merasa senang daripada merasa sial karena habis kecelakaan serta mengalami kejadian-kejadian aneh dan cukup hardcore sebelumnya dalam weekend itu. Mungkin, karena saya bersyukur karena masih diberi hidup, masih dicintai, bisa mencintai, dan masih diberi banyak keberuntungan lainnya dalam hidup saya. Dan.. mungkin.. karena saya sore itu bisa memandang wajah salah satu kawan terbaik saya, Fransiska Mareta.

Oh yes Mareta… What a hardcore weekend 🙂zombie look

Iklan

2 thoughts on “Kecelakaan!!! Gubrak!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s