Laki-laki yang setengah wajahnya tertutup oleh gerai rambutnya sendiri dan aku yang duduk sendiri dengan segelas jus jeruk.

Di sudut ruangan yang setengahnya penuh dengan orang-orang merokok dan minum kopi ada seorang pemuda tengah duduk. Nyaris setengah wajahnya tertutup oleh rambut yang jika kureka-reka mungkin hanya disisir satu minggu sekali. Memangku gitar dia, lantas menyanyi. Lagunya tidak bagus, tapi penghayatannya lumayan penuh ; melebihi penghayatan seorang komandan tentara tatkala menyanyikan lagu mars kebangsaan. Lampu ruangan ini temaram. Asap rokok orang-orang melayang di udara dan melebur bersama nada yang keluar dari pita suaranya lalu hilang ditelan suara percakapan orang-orang.


Hidup begitu kecut, dan makin terasa kecut oleh penghayatan dan suaranya yang serak. Aku teguk jus jerukku yang sudah setengah kosong di gelasku. Kecut… Tetapi aku mencoba menahan ringisanku. Tidak ada yang akan mengakui aku ini normal jika semua orang di sini datang bersama dengan seseorang, minum kopi dan merokok sementara aku datang ke sini sendirian, minum jus jeruk dan mendambakan oksigen murni.

Semua orang masih bicara, dan lelaki dengan setengah wajah yang tertutup geraian rambutnya sendiri itu terus bernyanyi. Tidak ada yang dengarkan dia. Apalagi pedulikan dia. Tapi dia juga tidak peduli bahwa tidak ada yang peduli padanya. Mungkin dia berada di sini dan menyanyi bukan untuk orang lain, tetapi untuk dirinya sendiri.

Lalu bagaimana denganku ?
Aku menatapnya. Dia menatap senar-senar di gitarnya. Aku merasa makin sendiri. Aku tidak tahu, harus kukirimkan pada siapa pesan-pesan dan pertanyaan di mataku sebab laki-laki itu sendiri saja tetapi dia tahu kepada apa dia akan bertanya: kepada gitar dan senar-senarnya.

Aku palingkan wajahku darinya, dari orang-orang, dari cangkir-cangkir kopi, dari asbak dan puntung-puntung rokok, dari warna-warni baju-baju keren orang-orang. Aku menatap langit-langit. Lalu padanyalah aku bertukar kabar.

*ini bukan fiktif.

Friday, May 29, 2009 at 9:44pm

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s