Sureal.

alanova arms raisedudara dingin. tanganku kebas. di luar orang-orang sedang berebut membaca kitab peri dan setengahnya karangan para jin. di dalam, kamu sedang melukis keadaan. huruf-huruf melayang di ruangan. kutangkap satu dan kutempelkan ia di papan tulis, di samping sepeda motormu yang businya menanti untuk diganti. kita sudah sama-sama tidak lagi semuda dulu dan sebatang kara. aku merasa makin sendiri dengan menatap pohon belimbing yang dahannya diterpa angin, berdiri sendiri ia di kebun dekat jendela. matamu dingin dan penuh tanda tanya, berperang dengan bibirmu yang penuh senyum pengharapan. jangan menatapku. tidak ada yang sepakat di sini kecuali buku-buku yang tertata seperti tentara di samping tempat tidurmu.
kendati ini bukan akhir, sementara ini aku lelah dan menyerah bukan padamu.
kendati ini bukan akhir.

23 maret, 2008

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s