Cerita tentang rumah dan kampungku yang selalu kumulai pada malam hari.

Banyak dari ceritaku dimulai pada malam hari. Tempat dimana gelap tercatat di buku tamu dan ruang menjadi ramai oleh sunyi. Kodok-kodok memelihara mertua mbak gila di dalam sangkar ayam jago. Sementara mbak gila yang ditolak suami dan rindu kejantanan laki-laki berkeliling kota mencari cinta dengan celana pendek, berkacamata hitam dan lipstik merah muda. Tiap malam vaginanya teriak merdeka. Pohon pisang di samping rumah tua bergoyang-goyang janggal dengan iringan musik dari piringan hitam usang Pakde yang tidak boleh disentuh siapapun kecuali Waktu dan dirinya sendiri. Di kamar dengan pintu setengah tertutup ayahku berdoa dengan lantang seperti Farisi, agar anak-anaknya tidak cepat-cepat menjadi zombie. Ibuku berpura-pura tuli, menghadap ke tembok dan khusyuk bercinta dengan khayalan masa mudanya. Masa ketika adik lelakiku belum punya anak bernama Ketakutan dan Kegilaan yang berusia lebih dari setengah baya. Harapan terbuat dari kertas lipat yang dibentuk tangan kanak-kanak di taman bermain Pamardi Putra pada pukul sembilan pagi. Beberapa harapan terlipat, beberapa lainnya terlipat dengan banyak koyakan dan sebagian lagi basah oleh ingus dari lubang hidung anak-anak yang lupa diimunisasi karena bapak-bapaknya sibuk main hakim sendiri dengan kartu ceqi. Harapan-harapan dikumpulkan ke depan kelas, untuk digantung oleh ibu guru Marni bersama bangkai burung bangau dengan benang gelasan layang-layang. Bergoyang ditiup angin dan menjadi beku oleh salju kutub tenggara yang salah sambung. Siap untuk diunduh pak RT bagi pesta panjat pinang tujuh belasan, perayaan kemerdekaan pikiran orang-orang dari ideologi krupuk udang.

25 Agustus 2008

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s