21

Berkalikali kita menjadi penonton

kamu dan aku menyaksikan film-film bertema cinta

dengan judul yang tak pernah serupa

kita mengantri di loket yang berbeda

tetapi akhirnya selalu memilih duduk di bangku yang itu itu juga

sejuta cerita adalah koma

sebagaimana cerita dalam hidup kita yang terus ditulis oleh tangan waktu

pada halaman jaman yang lembarnya berakhir

sebagai kertas pembungkus nasi kucing di warung angkring

seringkali aku berlagak bodoh,

dan kamu berpura-pura mati

lalu ada saat-saat kita mencuri waktu

bukan dari laci Doraemon atau kantong ajaibnya

untuk sebuah permainan berburu

dengan senapan dan peluru semu

kamu menjadi penggoda

dan aku kembali menjadi pendusta

di kali yang lain kamu adalah pengembara

yang selalu nyasar di jalan yang sama

: serangkaian jalanjalan dalam sebuah labirin

dengan seribu kemungkinan dan gang-gang buntu

di sana selalu kamu temukan sebuah tiang berlampu merkuri

dan bayangan seorang perempuan yang tengah duduk,

menuliskan serangkaian ceritera dan kata-kata

tentang seorang anak lelaki yang hilang dan tersesat

seperti dirimu

lantas kamu selalu mencuri kesempatan untuk bisa menyapanya,

berharap bisa menemukan dirimu di dalam dia

tetapi dia selalu membalas sapamu dengan sebuah senyum

yang tak pernah berhasil kamu terka maksudnya

kamu hanya bisa lihat lembaran ceritera

dan puisi tentang dirinya, juga tentang seorang anak lelaki

yang seringkali buta arah dan nyasar seperti dirimu

terserak di dekat kakinya

terkadang kamu nekat bersijengkat,

mencuri beberapa lembar untuk kamu baca

tetapi semuanya hanya membuat kamu makin jauh tersesat,
terjebak ke dalam kertas-kertas dan tinta penanya

terjebak dalam kisahkisah malam di sorot matanya

dimana sebuah perhentian sementara terletak

dan aku, adalah pemilik perhentian sementara

dengan beberapa penghuni setia

sebagian tampak selalu datang bertandang

setelah beberapa pamit pergi dan berganti

mereka orangorang lelah

orangorang lupa

orangorang mogok bicara

orangorang yang tuli karena menyumpal telinga mereka

dengan botol air mineral, karton jus tomat dan bungkus rokok

juga orang orang yang gagal membunuh cinta dengan pisau

dan racun arsenik walau ketika cinta

sedang lelah, lengah dan tak berjaga

terima kasih telah singgah,

terima kasih juga karena telah pergi,

dan terima kasih karena telah turut berdiri
pada barisan antrian reservasi

akan ada ucapan selamat datang yang selalu menanti

dan ucapan sampai jumpa lain kali

April 2007

*Bagus Wirati

Iklan

2 thoughts on “21

  1. puisinya bagus ya, baru bikin blog ya,
    salam kenal semangat terus ya nulisnya…

    klo mau ikut gabung milist klub bentang atau penulis lepas saja, di yahoogroups.com, lumayan asik loh untuk berbagi bagi puisi

    heheh, tapi salut

    • Hei… Thanks Ashar. Saya sudah lama gabung dengan milis Sastra Bentang, tapi tidak lagi pernah aktif 🙂

      bakti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s