Pertanyaan dari Pinggir Trotoar

Sebagai manusia yang tinggal di negara yang bernama Indonesia, khususnya di kota Jogja saya tidak bisa tidak melihat segala macam yang ada di setiap sudut kota ini. Tentu saja,  karena saya setiap hari pergi melewati jalanan kotanya, menangkap segala bentuk visual dari setiap inci jalanan yang saya lewati.

Dan selalu saya bertanya tanya, terlebih jika saya sedang berjalan kaki dorongan untuk mendapat jawaban dari pertanyaan ini makin kuat. Kira-kira, ini beberapa visual yang saya tangkap yang saya yakin kalau sebelumnya anda tidak pernah mempertanyakan hal ini, atau sebelumnya tidak terpikir untuk punya pikiran seperti ini, setelah anda lihat beberapa gambar yang saya posting bersama tulisan ini, anda akan setuju dengan saya yang mempertanyakan hal ini.

Saya heran dengan konstruksi trotoar di kota Jogja. Mungkin juga bukan hanya di kota Jogja, tapi mungkin di kota lain juga banyak ditemui konstruksi semacam ini : orang berusaha membuat spot spot untuk tanaman tumbuh tapi tidak dengan pertimbangan bahwa tanaman perlu ruang yang besar atau dengan kata lain, kontruksi yang dibuat tidak mengakomodasi kebutuhan tanaman yang ditanam. Manusia perencana atau kontraktor berusaha menghalangi alam untuk bertumbuh, dan sebenarnya hal ini cukup bodoh.

Tanah-tanah ditutup dengan semen dan aspal tanpa perencanaan dan desain yang benar. Kadang di trotoar tanaman hanya ditaruh di dalam buis beton dan bahkan buis beton tersebut tidak terkoneksi langsung dengan tanah di bawah trotoar. Sejalan dengan waktu, tentu saja tanaman yang tumbuh akan memerlukan ruang yang lebih besar dan pada akhirnya karena terhalang beton maka akar tanaman akan menjebol beton penghalang. Saya jengkel melihat hal ini terjadi di mana saja. Saya merasa kasihan dengan tanaman-tanaman itu.

Kenapa pembuat trotoar seperti tidak punya pengetahuan bahwa alam dan teknologi bangunan modern mesti berjalan searah? Mengapa tanaman dihalangi tumbuh? Semua tanah ditutup dengan konblok dan aspal dan semen. Pohon-pohon ditebangi. Rumput dicabuti. Alhasil…. bisa dilihat: jalanan panas, kontruksi menjadi berantakan, pejalan kaki tersandung sandung dan tidak nyaman berjalan karena buis beton ada di sana sini, dijadikan penghalang tanaman yang seharusnya bisa merindangi jalan menjadi tidak sehat pertumbuhannya.

Coba lihat gambar di atas. Kondisi tanamannya menyedihkan. Kadang banyak tanaman ditanam di dalam buis beton, tapi lantas tidak dibiarkan tumbuh subur, tapi malah dipapras seluruhnya. Belum lagi sering ada yang membakar sampah di samping tanaman di buis beton tersebut. Miris rasanya. Tanaman ini seperti hidup enggan mati juga tidak bisa.

Saya mencoba memahami apa yang ada di benak orang-orang yang memangkas habis tanaman semacam ini. Katanya mereka tidak mau ada sampah daun daun yang gugur dari tangkainya. Hmm.. Maaf ya? Apakah itu memang benar-benar jawabannya?? Karena jelas tidak mungkin tanaman dilarang untuk menjatuhkan daun daun yang sudah tua atau kering dari tangkainya. Cara kerja tanaman ya seperti itu! Apa anda sebagai manusia harus dibunuh karena anda buang hajat?? Atau karena anda memotong rambut dan membuang potongan rambut anda ke tong sampah?

Saya kira bukan lantas pohon atau tanaman yang harus ditebang supaya tidak menimbulkan daun daun berguguran, tapi menciptakan mekanisme pembuangan sampah yang baik menjadi hal yang perlu dipikirkan. Bukan dengan membakar sampah lho ya! Lagipula kenapa ya manusia Jawa sepertinya merasa risih kalau melihat daun daun berserakan? Toh ini kelamaan akan membusuk, tidak seperti sampah plastik atau sampah minyak tanah dan minyak goreng yang meninggalkan noda di jalanan dan bagi plastik perlu lebih dari ribuan tahun untuk terurai, bahkan sebenernya tidak akan pernah sukses terurai.

Saya memang bukan engineer, arsitek atau kontraktor, tetapi saya kira masih wajar kalau saya merasa jengkel dan malu dengan kondisi jalanan yang semacam ini, dan wajar juga kalau lantas saya berpikir: seharusnya para kontraktor pembuat jalan dan anggota dinas tata kota kembali ke sekolah atau kembali lagi untuk study tentang bagaimana masyarakat manusia hidup serasi bersama alam.

Jalan Jalan Pagi

Seperti biasa, puppy saya yang beranjak dewasa si Cihuy Omnivora tiap pagi selalu bangun dengan cute. Biasanya sekitar pukul setengah tujuh. Langsung dia stretching dan membangunkan saya dengan riang gembira. Namanya juga Cihuy.. harus riang gembira dong ya..

Anyway, dia selalu mengajak saya jalan-jalan pagi. Dan herannya, sengantuk apapun saya, saya selalu saja tidak bisa menolaknya dan saya jadi ikut riang juga dan bersemangat untuk jalan pagi.

Nah, pagi ini kami keluar rumah pukul tujuh kurang sedikit. Dengan bersemangat kami keluar. Cihuy geal geol aja pantatnya. Buntutnya goyang-goyang dan posisi badannya sudah mau ngebut saja. Jadinya, saya yang pegang tali anjing jadi termotivasi ikutan jalan ngebut juga.

Pagi ini rutenya: jalan di gang Surami ke barat, belok ke arah utara sampai tembus jalan Tirtodipuran. Kami berkeliaran di sekitar jalan Tirtodipuran sampe Cihuy lidahnya keluar-keluar alias keringetan lalu balik lagi ke gang Surami.

Aku dan Cihuy di bawah matahari pagi :)

Seperti biasa, setiap pohon dan tiang yang dia temui, selalu diendus, juga tidak lupa ditandai dengan air pipis dan cakaran di tanah. Yang menarik dari jalan-jalan pagi ini adalah, Cihuy biasanya cuma pup 1 kali di pagi hari, tapi pagi ini dia pup 3 kali! Hehehe..

Cihuy.. semalam kamu makan dinosaurus ya?? Pupnya banyak sekali :p

Sedikit berbagi tentang kegiatan jalan pagi saya bersama Cihuy, saya merasa sangat bersyukur bahwa saya punya seekor motivator kecil untuk menyemangati saya berjalan kaki tiap pagi. Karena saya pada dasarnya memang perlu motivator untuk melakukan olah raga setiap harinya.

Sebagai manusia perempuan yang sudah menginjak usia 3o… cieee.. (saya nggak malu kok dengan usia saya yang kepala tiga ini), saya perlu hidup lebih teratur dan memanfaatkan waktu saya dengan hal-hal yang lebih berguna. Setelah saya melakukan kegiatan jalan kaki pagi dengan rutin, saya merasakan bahwa saya jadi lebih mudah tidur, dan badan saya lebih fit.

Tentu saja, karena ternyata jalan pagi dengan rutin memilik manfaat sebagai berikut:

 Meningkatkan semangat

Berjalan ternyata dapat meningkatkan semangat, suasana hati, menghilangkan stres. Sebuah studi yang dimuat dalam Annals of Behavioral Medicine menunjukkan, siswa yang berjalan secara teratur memiliki tingkat stres yang lebih rendah dibandingkan mereka yang terlalu sering duduk, berolahraga sedikit atau tidak sama sekali. Berjalan juga dapat membantu Anda mendapatkan oksigen lebih selain juga dapat memfasilitasi pelepasan endorfin dan mendapatkan hormon baik.

Mengurangi risiko sakit jantung dan stroke

Berjalan selama 30 sampai 45 menit setiap hari membantu meningkatkan sirkulasi darah. Hal ini juga membantu dalam meningkatkan kolesterol baik (HDL) dalam darah dan menurunkan kolesterol jahat (LDL), sehingga melakukan fungsi pelindung secara keseluruhan.

 Mempertahankan tingkat gula darah

Berjalan kaki selama 45 menit di pagi hari bisa membantu penderita diabetes mengontrol kadar gula darah. Misalnya, berjalan selama 10 sampai 15 menit setelah makan dapat membantu menurunkan gula darah postprandial. Sedangkan berjalan kaki selama 30 menit atau lebih pada malam hari membantu dalam mengendalikan kadar gula darah.

Berjalan tidak hanya menguntungkan bagi penderita diabetes, tetapi juga membantu dalam mengurangi resiko terkena diabetes pada orang-orang yang rentan terhadap penyakit ini.

Membuat Anjing Kita (dan kita sendiri) Menjadi Lebih Sehat dan Memperkuat Ikatan Emosional Kita Dengan Si Dogi

Berjalan kaki dengan anjing kita memberikan kita dan anjing kita aktivitas yang sifatnya rekreasi selain manfaat kesehatan seperti di atas. Jika kita membangun kebiasaan jalan kaki dengan anjing kita, kita tidak akan bisa seenak diri kita sendiri untuk mengurungkan niat berjalan kaki di waktu waktu tertentu yang sudah kita set-up dengan anjing kita untuk berjalan kaki. Cihuy sendiri, tidak akan berhenti naik ke tempat tidur saya dan mengendus muka saya kalau saya belum bangun dan benar-benar keluar dari rumah dan mengajak dia jalan kaki. Pokoknya, Cihuy adalah personal trainer terbaik yang pernah saya miliki.

Keuntungan lain dari berjalan kaki di pagi hari selain membuat saya tidur nyenyak, adalah…. puppy saya akan ngorok dan tidak kan bandel bermain sampai larut  malam :)

Begini nih tampangnya Cihuy kalau malam. Pulas dengan puas...

Maka itu saudara saudari, saya sarankan untuk menyempatkan diri berjalan kaki tiap pagi atau sore dengan anjing anda. Anda sehat, anjing juga  sehat.


Kado Ulang Tahunku :)

Waktu saya berulang tahun ke 30 di bulan Oktober kemarin, saya mendapatkan sesuatu yang sangat istimewa. Sudah lama saya mengidam idam untuk memiliki seekor anjing, dan akhirnya saya mendapatkannya.

Ia seekor anjing jantan. Saya beri nama dia Cihuy. Mengapa? Karena dia adalah seekor anjing yang sangat periang and aktif. Panjangnya Cihuy Omnivora, seperti 2 saudara sesama hewan yang lain yang lebih dulu saya pelihara yaitu Pablo Omnivora dan Grommit Vomit Omnivora.

Pada awalnya dia sangat kurus, dan saya hanya berani memberinya makan makanan kering saja (ini karena pemilik sebelumnya berkata bahwa sebaiknya dia tidak diberi makanan lain selain makanan kering khusus untuk anjing karena akan berakibat inilah itulah), tapi kelamaan saya merasa kasihan dan mulai memberinya makanan natural. Menurut survey saya melalui tulisan dan artikel kesehatan tentang anjing, hanya memberinya makanan kering adalah hal yang sangat tidak sehat karena walau bagaimanapun, adalah lebih sehat jika anjing diberi makanan natural seperti halnya kita.

Ini Cihuy sebelum saya mulai memberinya makanan natural:

Cihuy umur 4,5 bulan

Maka, saya mulai memberinya makanan sebagai berikut:

- Ayam atau daging sapi mentah beserta tulangnya dicampur dengan sayuran mentah juga

Usus anjing lebih bisa mencerna makanan dengan baik apabila makanan tersebut belum dimasak, terutama daging dan tulang, baik ayam maupun sapi. Jangan sekali kali memberinya tulang ayam yang sudah dimasak karena bisa  membuatnya tersedak atau malah melukai tenggorokan dan ususnya. Akibatnya bisa menyebabkan anjing kita meninggal dunia. Hmmm sediih…

Makanya, hanya beri tulang ayam yang masih mentah.

Kadang saya campur daging mentah dan sayur dengan nasi dan saya campur dengan sedikit air supaya mempermudah ketiganya menyatu jadi anjing saya nggak bisa pilih-pilih mana yang mau dimakan dan mana yang tidak mau dimakan.

Sayuran yang diberikan sebaiknya diparut terlebih dahulu supaya lebih mudah dicerna.

- Kadang saya memberinya nasi dan tempe dengan kuah kaldu atau nasi dengan hati ayam/sapi yang sudah direbus

- Juga saya beri makanan tambahan berupa buah seperti pepaya, pisang, dan serat jeruk. Kadang saya memberinya biskuit seperti Biskuat, atau roti marie regal. Kerupuk dan keripik juga dia doyan.. apalagi keripik tempe. He he he…

Saya hanya memberi dia makanan kering (pelet anjing) sebagai snack atau ketika saya ingin melatih trik dan kedisiplinan buat dia. Hasilnya, beratnya anjing saya menjadi ideal, dan dia lebih lincah serta lebih sehat.

Coba lihat, perbedaannya besar kan :

Cihuy umur 6 bulan

Umurnya sekarang sudah masuk 9 bulan. Dan dia makan besar 2 kali sehari. Tiap pagi saya anjak dia jalan jalan supaya dia tetap sehat dia terbiasa bisa pup dan pee di luar rumah.

Dok Kodoook…

Hari ini saya masuk kerja, meskipun masih suasana Natal dan mendekati tahun baru dimana biasanya para karyawan pada umumnya memberhentikan diri untuk bekerja, atawa memang tidak punya waktu libur kecuali pas di tanggal 1 Januari. Anyway, tidak terlalu penting, karena saya sebenarnya bingung sendiri jika tidak bekerja. Jadi saya datang ke kantor. Hari ini cuma ada saya dan beberapa pekerja bangunan dan mandor saja. Jadi saya bisa bersantai.

Agak sorean, hujan turun lumayan deras. Dan saya sudah mulai bosan dan berencana untuk pulang. Tapi, niat itu saya urunkan karena saya melihat salah satu hal paling cute. Ya… saya sedang melihat sesuatu yang terimut dalam hidup saya, selain 2 hamster saya dan anjing saya yang semuanya kecil-kecil.

Ada seekor kodok melompat-lompat di beranda kantor. Besarnya tidak lebih besar dari seekor lebah madu. Kalau tidak percaya, tengoklah foto di bawah ini.

 

Boys Are Tools

Beberapa hari lalu saya mimpi hal yang aneh-aneh. Malam ke satu, saya mimpi telat masuk sekolah dan sialnya hari itu adalah hari ujian. Ujiannya ujian ilmu pasti pula semacam Matematika, Fisika dan Kimia yang saya tidak suka.

Malam kedua, saya mimpi membuka lemari orang tua saya dan saya menemukan sebuah brankas berisi uang dolar Australia segepok. Ceritanya, uang segepok itu punya bapak dan ada niat dalam hati saya bahwa mungkin saya akan mengambil beberapa lembar, tapi karena saya takut bapak tahu, saya kembalikan lagi uang segepok itu ke dalam brankas dan saya tutup pintu lemari sesuai dengan posisi semula.

Beberapa malam setelah malam ke satu dan kedua, saya mimpi aneh lagi. Kali ini mimpi tentang menempuh perjalanan. Ceritanya saya ada di sebuah perjalanan di dalam sebuah kota besar. Banyak jalan layang, jembatan besar, terowongan, halte, dan saya hanya bersepeda dengan menggendong sebuah tas ransel. Anehnya selama saya mengayuh pedal sepeda saya kok merasa sensasi yang aneh bin ajaib. Semakin cepat saya  mengayuh, rasanya ….. mungkin saya merasa….. orgasme. Saya hampir tidak pernah merasakan perasaan itu dalam kehidupan nyata, jadi saya asumsikan itu adalah sensasi yang dirasakan ketika perempuan merasakan orgasme ya??

Sebagai catatan, ini bukan kali pertama saya bermimpi mengayuh sepeda sambil orgasme. Sudah sejak lama kalau saya mimpi mengayuh sepeda, selalu ada sensasi aneh (yang diinginkan itu) muncul.

Saya jadi berpikir untuk menganalisa.. kenapa kayuhan sepeda di dalam mimpi saya menimbulkan perasaan itu. Kenapa harus sepeda? Kenapa ketika saya mengayuh perasaan itu muncul?

Saya iseng-iseng bercerita kepada teman saya bahwa saya bermimpi tentang mengayuh sepeda dan merasa orgasme tiap kali mimpi sedang mengayuh sepeda. Saya tanya apakah dia pernah bermimpi tentang sesuatu yang menimbulkan perasaan orgasme, dan dia bilang dia pernah beberapa kali mimpi orgasme tetapi ketika itu terjadi subyek yang ada di dalam mimpi dia bukan sepeda, tetapi seorang laki-laki (samalah dengan mimpi basah laki-laki yang biasanya juga menghadirkan subyek wanita di  dalam mimpi mereka). Intinya, dia mimpi bercinta dengan seorang laki-laki, tidak seperti saya yang bukannya mimpi bercinta dengan lawan jenis, tapi malah mimpi menggenjot sepeda.

Lantas saya berpikir.. mungkin bagi saya laki-laki itu sama dengan sepeda yang merupakan sebuah alat yang bisa saya kontrol untuk kepuasan pribadi saya alih-alih melihat mahluk lawan jenis saya ini sebagai manusia yang equal.

Hmm.. menarik..

Lantas saya berpikir.. apakah analisa ini dapat menggambarkan bagaimana saya memandang lawan jenis di dalam segi-segi kehidupan saya lainnya?

Hmm… tampaknya tulisan ini harus diberi label “To Be Continue” deh…

Sepaisi…

Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Minggu sore saya mampir ke rumah makan Bebek Haji Slamet di jalan Mangkubumi. Berhubung sudah sebulan lebih saya mengidam makan bebek goreng itu tetapi selalu pupus di tengah jalan cita-cita untuk memakannya dikarenakan sepanjang bulan puasa kemarin semua bebek goreng pak haji Slamet sudah ludes terjual setelah lepas jam 6 sore dan rumah makannya cuma buka dari jam 4 atau jam 5 sore gitu. Pokoknya saya balas dendamlah!

Nah, waktu selesai makan dan mau pergi, saya ke parkiran di depan rumah makan. Dan tidak sengaja saya dengar bapak tukang parkir ngobrol sama temannya.

“Iki kae mau kok ono rombongan do parkir ning kene motore durung dijupuk-jupuk ya?

(Ini tadi ada rombongan pada parkir di sini kok motornya belum diambil ya?)

“Ho oh po?”

(Iya ya?)

“Ho oh..  sing rombongan karo Didik Nini Thowok kae mau lho”

(Iya, yang rombongan dengan Didik Nini Thowok itu tadi lho)

“Lha nang endi wonge?”

(Lah orangnya dimana?)

“Embuh.. motore sing kae lho sing Sepaisi.. kae lho.”

(Nggak tahu… motornya itu loh yang Sepaisi .. itu loh)

Bapak satunya menengok ke arah telunjuk bapak tukang parkir.

“Kae lho.. Sepaisi kae, wernane coklat.”

(Itu loh… Sepaisi itu, warnanya coklat)

Karena suara bapak tukang parkir itu keras, ya saya jadi ikutan menengok untuk melihat mana sih motor yang dimaksud bapak itu. Lagi pula saya curiga.. karena saya tidak pernah mendengar ada motor merknya Sepaisi. Dan benar.. motor yang dimaksud bapak itu adalah Honda Scoopy.

Sepaisi…

Skupi Pak!!  (~_~)

 

Perjuangan Cangkemku!

Sudah seminggu kutang lebih.. halah.. kan salah ngetik.. Ulangin ya..

Sudah seminggu kurang lebih saya memiliki kawat gigi membingkai seputaran susunan gigi saya. Sudah lama saya berencana untuk memasangnya lagi. Dahulu waktu saya masih di Sekolah Dasar, saya juga pakai kawat gigi. Tetapi dengan sistem yang berbeda, yang bisa dilepas sewaktu-waktu. Tapi karena banyak alasan, akhirnya perawatan perataan gigi waktu itu tidak saya lanjutkan. Beberapa alasannya waktu itu demikian:

- Karena sakit sekali.

Tiap kali selesai kontrol gigi, kawat itu diseting ulang sesuai dengan susunan gigi yang mau dirapikan. Selama beberapa hari setelahnya semua gigi rasanya goyang, kepala cenut-cenut, susah makan dan tidur. Tersiksa dah!!

- Karena selalu diejek teman sepermainan dan anak-anak satu sekolah.

Dulu kan kawat gigi bukan trend. Saya adalah satu-satunya anak yang berkawat gigi di sekolah. Setiap hari saya menerima ejekan sebagai: “kawat jemuran”. Ejekan ini makin terasa gencar waktu saya menginjak kelas 1 SMP. Kepercayaan diri hancur deh pokoknya. Apalagi ada anak yang saya suka di kelas, pindahan dari sekolah lain. Uh..sedihnya.

- Karena gigi saya tidak  terlalu berantakan lagi seperti sebelum saya menjalani program pengawatan gigi.

Dulu sebelum giigi saya dikawat, rahang saya seperti buto Cakil.. yang bawah di bagian depan, yang atas ke belakang. Sekarang, sudah ga nyakil lagi tetapi susunan gigi bagian atas berantakan.. seperti yang bisa dilihat di foto saya yang nyengir pada cerita yang berikut : http://bwidiarti.wordpress.com/2011/08/24/no-catok-blow-iyess/.

- Karena mahasiswa kedokteran gigi yang dulu merawat gigi saya sudah lulus.

Mahasiswa kedokteran sebelumnya yang merawat gigi saya digantikan oleh anak mahasiswa lain yang tidak seasik beliau, sehingga saya  kurang merasa nyaman dan dekat. Kedekatan seekor anak dengan dokter giginya itu penting lhoooo… Apalagi anak macam saya.. hihi..

Nah, sejak saat itu saya terima-terima saja dengan susunan gigi saya yang tidak terlalu berantakan lagi. Tetapi.. kelamaan keinginan untuk meneruskan perataan gigi itu datang lagi dan makin besar. Terlebih gigi geraham saya sudah berkurang dua biji: satu di kiri bawah dan satu di kanan atas. Hal ini membuat saya menjadi manusia ompong sebelum tua dan kalau saya mengunyah makanan tidak bisa seimbang karena bagian yang paling nyaman dipakai untuk mengunyah hanya bagian kanan saja. Otot mulut dan muka saya bisa nggak imbang dong.. lama-lama saya bisa bopeng dong (ih… dramatis ah!!).

Maka setelah proses menambal gigi-gigi yang berlubang, pembersihan karang gigi, foto rontgen panoramic dan cetak gigi, gigi saya akhirnya berkawat lagi.

Saya memilih untuk melakukan perawatan di Dental Center jalan Solo, di bawah penanganan dokter Andi. Kata dokter Andi, perawatan dengan kawat gigi ini akan selesai dalam waktu satu tahun. Sukurlah,.. saya lega karena tidak harus berlama-lama memiliki benda aneh ini di dalam mulut saya.

Anyhow.. di awal-awal saya berkawat gigi  saya khawatir sekali dengan bagaimana caranya untuk tetap bisa memasukkan makanan ke perut saya karena pastinya rahang akan sakit sekali untuk mengunyah. Saya nggak mau jadi kurus seperti tengkorak seperti kebanyakan orang di awal-awal mereka berkawat gigi.

Maka saya tetap makan nasi, sayur, buah, susu, biskuit, sereal… Kalau saya makan sayur, sayurnya saya potong tipis-tipis supaya nggak terlalu keras harus dikunyah. Buah-buahan saya jus dan secara reguler saya konsumsi. Biskuit saya celup susu. Dan sereal dan muesli saya biarkan di dalam rendaman susu selama lima menit sebelum dimakan. Saya juga nggak segan makan bubur bayi karena rasanya lumayan dan cukup bergizi.

Nah.. begitulah kisah singkat saya tentang kawat gigi saya. Saya akan update terus cerita-cerita seputar kawat gigi ya.. tapi nggak janji. halah… Sesuka suka sayalah nulisnya. Hehehe..

The Beautiful People

I have an important message to deliver to all the cute people all over the world. If you’re out there and you’re cute, maybe you’re beautiful. I just want to tell you somethin’–there’s more of us UGLY MOTHERFUCKERS than you are, hey-y, so watch out.

*zappa me !

Silaturahmi yang Mencekik

Kemarin saya mendapa panggilan telepon. Nomornya sih tercatat di telepon genggam saya. Nama pemilik telpon tersebut adalah Supriyono.

Berdering … berdering…berdering.. (ya bukan berdering kring sih.. tapi ring tone lagu Desafinado yang dilagukan Julie London. Sengaja set up lagu itu sebagai ring tone. Soalnya saya suka banget sih).

Angkat nggak ya? Dilemma saya. Akhirnya saya angkat saja meskipun saya tidak ingat siapakah Supriyono ini. Kenapa nomornya saya catat, dimana saya bertemu, dan urusan apa. Saya benar-benar lupa.

“Ya halo?” dengan nada ragu.

“Halo.. mbak Bakti?”

“Ya…. (ini dengan siapa? –selanjutnya ini cuma pertanyaan di dalam hati. Kan nggak sopan, karena akan ketahuan kalau saya lupa siapa gerangan Supriyono itu).

“Mbak Bakti apa kabar?”

“Baik… iya.. he he..” menggantung gitu nada bicaranya.

“Oh..ya sukur.”

“Iya… hmmm… telpon saya ada apa ya?”

“Nggak papa mbak. Saya cuma pingin telpon.”

“Oh gitu..” (aneh).

“Mbak Bakti kantornya masih di Tembi itu ya?”

“Hmm.. iya.. masih.”

“Setiap hari ya di Tembi?”

“Ya tergantung …… (Pak… apa mas ya?? bingung. Dan akhirnya saya tidak menyertakan gelar Pak atau Mas). Kalau sedang ada tugas keluar ya saya keluar. Tapi kalau sedang ada tugas di kantor ya saya di kantor.”

Diplomatis kan jawabannya. Ini adalah upaya untuk mencegah tindakan-tindakan yang tidak diinginkan dari lawan bicara, dan kali ini sudah jelas untk mengantisipasi tindakan si manusia Supriyono ini supaya tidak pop up tiba-tiba di kantor saya. Bisa bete sampai seharian kalau begitu jadinya dan akibatnya, saya bisa tidak konsentrasi mengerjakan tugas lainnya di kantor. Rugi saya! Hah!

“Oh.. gitu ya… tapi setiap hari  di kantor Tembi kan?” Lhah.. ngotot.

“Ya…” Capek deh.. di-iya-kan sajalah.

“Ya udah mbak.. kalau gitu kapan-kapan saya main ke kantor ya.”

Lho.. kok? Saya bingung.

“Hmm… iya. Tapi maaf pak, kalau main ke kantor itu keperluannya apa ya?” Tanya saya dengan polos. Lha nyatanya memang saya bingung kok. Kalau datang ke suatu tempat kan ada alasannya apalagi kalau datang ke sebuah kantor. Wajar dong kalau saya tanya. Lagipula, ke kantor kok kata kerjanya “main” ? Kalau mau main mending ke taman bermain saja. Ke taman pintar kek, ke tempat billyard, ke mall juga masih bisa main kok daripada belanja. Ke kantor… main?? Aneh sekali.

“Ya main aja  mbak.. Mau ketemu. Kan silaturahmi.”

“Oh.. ya..” Jawab saya pasrah tapi ganjil.

Nah, jadi begitu ceritanya. Saya lambat laun sepertinya sudah mulai menduga dengan siapa saya berbicara. Beliau itu adalah bapak Supriyono (ya iyalah… jelas, dari awal udah dibilang namanya Supriyono). Selanjutnya, yang saya rasa dan ingat adalah, sepertinya dia adalah salah seorang dari orang-orang yang pernah datang ke kantor untuk minta dipinjami uang.

Nah kan.. selalu begitu. Kalau ada orang yang berkata kepada saya menawarkan  diri untuk datang  tanpa diundang dan memakai alasan “main” Itu pasti ada maunya. Dan nanti pasti menyangkutpautkan “silaturahmi”. Selalu curiga saya kalau ada yang bilang “main” padahal itu bukan tempat main, dan “silaturahmi”. Ah… sekelompok percakapan basa basi yang ujungnya mencekik.

Haduh… sinis lagi deh saya :p

Dian Sastro Wannabe

Malam ini malam minggu dan saya mengajak sobat saya Markus Virdianto si pendekar gitar yang merangkap bakul hape jalan-jalan setelah kami makan malam di sebuah warung makan Manado yang makanannya enak-enak!!*

Kami akhirnya memutuskan untuk pergi ke toko buku Toga Mas di ujung jalan Affandi alias Gejayan. Karena selain pasti akan terhibur dengan menonton buku-buku, kami bisa naik ke kafenya yaitu kafe Djendelo di atas toko buku terus ngobrol atau asik sendiri-sendiri dengan hape atau buku yang baru saja kami beli (kalau kami berhasil menemukan yang kami sukai).

Waktu saya berdiri di depan konter penitipan tas, ada dua orang manusia di belakang saya sedang mengobrol. Satu lelaki dan satunya lagi perempuan. Ini percakapan mereka:

Cewek: Eh… itu Dian Sastro ya? Yang di majalah Make Up itu…

Cowok: Mana?

Cewek: Ituuu… (mata saya juga jadi sibuk mencari majalah yang dimaksud si pemilik suara itu, dan majalahnya ternyata ada di depan saya, sejarak 1 meter).

Cowok: Oh iya.. itu Dian Sastro.

Cewek: Cantik banget ya…

Cowok: Iya..

Cewek: Mungkin nggak ya, kalo berdoa supaya kalau pagi-pagi bangun trus mukaku jadi kayak Dian Sastro?

Cowok:  Hmmm…

Cewek: Nggak mungkin kali ya.. Aneh kali ya?

Ha ha ha.. saya mendengar percakapan singkat itu sebenernya ingin menoleh pada sepasang manusia itu dan tertawa. Manusia kok nggak merasa puas berada di dalam raganya sendiri? Saya tengok deh tuh manusia-manusia dengan gaya yang samar dan terkendali. Ciee… biar nggak kelihatan banget kalau saya dari tadi mendengar mereka melakukan percakapan itu. Saya lihat wajah ceweknya.. berjilbab.. tampaknya meski tubuhnya ditutup dengan pakaian yang menutup aurat sebenarnya masih kelihatan kalau cewek ini tubuhnya proporsional dan… dia tidak jelek kok. Kenapa tidak membuat dirinya sendiri terlihat lebih cantik (karena memang sudah cantik tapi karena tidak memperhatikan diri sendiri ya jadi terlihat biasa saja); malah melihat ke kejauhan dan merasa ingin memiliki wajah dan tubuh perempuan lain??

Dengan ini, percakapan tadi saya nobatkan sebagai salah satu percakapan paling konyol dan lucu tahun ini.

Selamaaaaaaaaaaaattt….. ayooo tepuk tangan pemirsa!!

 

* Rumah makan Manado yang saya sebutkan di tulisan ini terletak di Jl Prof Dr Sardjito. Barat jembatan Sardjito.

 

Proudly powered by WordPress
Theme: Esquire by Matthew Buchanan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.